FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Bukan Sekadar Bencana, Tapi Krisis Moral Bangsa


OPINI, Foxnesia.com - Di tengah ancaman bencana alam yang kian sering melanda tanah air, Nurdian, seorang kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), meluncurkan sebuah pemikiran kritis mengenai akar permasalahan lingkungan di Indonesia. 

Dalam gagasannya yang bertajuk "Rusaknya Alam, Rapuhnya Moral: Refleksi Spiritual Atas Krisis Ekologi Bangsa", ia menegaskan bahwa fenomena banjir, kebakaran hutan, hingga perubahan iklim bukan sekadar peristiwa alam biasa, melainkan cermin dari rapuhnya moralitas bangsa.

Nurdian menjelaskan bahwa sebagian besar kerusakan lingkungan saat ini adalah dampak langsung dari perilaku manusia yang hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi jangka pendek tanpa memikirkan keberlanjutan. 

Pola eksploitasi hutan dan tambang yang berlebihan, serta gaya hidup konsumtif, menunjukkan bahwa alam tidak lagi dipandang sebagai ruang hidup bersama, melainkan sekadar objek ekonomi. 

"Krisis ekologi ini adalah persoalan etika, moral, dan spiritual yang sangat mendasar," tegas Nurdian dalam esainya. 

Ia merujuk pada QS. Ar-Rum: 41 yang menyatakan bahwa kerusakan di bumi adalah akibat dari ulah tangan manusia sendiri.

Sebagai kader yang menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, Nurdian mengingatkan kembali konsep manusia sebagai khalifah di muka bumi yang memiliki tanggung jawab untuk mengelola alam secara bijaksana. 

Ia menekankan bahwa ketika keseimbangan (mizan) yang telah ditetapkan Allah terganggu akibat keserakahan, maka bencana menjadi peringatan yang tidak terhindarkan. 

Lebih lanjut, ia menyoroti sisi keadilan sosial dalam krisis ini. Dampak kerusakan lingkungansering kali lebih berat dirasakan oleh masyarakat kecil, sementara keuntungan dari eksploitasi hanya dinikmati oleh segelintir pihak.

Sebagai solusi, Nurdian menawarkan integrasi pendidikan lingkungan dengan karakter keislaman di forum-forum kaderisasi. Ia mengajak rekan-rekan mahasiswa dan generasi muda untuk :

• Membangun Kesadaran Spiritual: Menjadikan menjaga lingkungan sebagai bagian dari ibadah.

• Perubahan Gaya Hidup: Mengurangi plastik sekali pakai, menghemat energi, dan memilah sampah secara konsisten.

• Gerakan Sosial dan Advokasi: Mendorong negara untuk memperkuat penegakan hukum terhadap perusak lingkungan tanpa tebang pilih.

Nurdian menutup gagasannya dengan pesan kuat bagi seluruh kader: "Menjaga alam pada hakikatnya adalah menjaga amanah, kemanusiaan, dan iman kita kepada Sang Pencipta". 

Melalui integrasi ilmu pengetahuan dan etika moral, harapan untuk memulihkan bumi Indonesia tetap terbuka lebar.

Penulis : Nurdian 
(Kader Pikom IMM FT Unismuh Makassar)

Tulisan Tanggung Jawab Penuh Penulis
Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan