Revitalisasi SMPN 6 Pocoranaka, Bukti Kolaborasi Menguatkan Pendidikan Pedalaman
Februari 14, 2026
MANGGARAI TIMUR, Foxnesia.com - Rampungnya proyek revitalisasi SMPN 6 Pocoranaka bukan sekadar penanda selesainya pembangunan fisik di wilayah pedalaman.
Lebih dari itu, proyek ini menjadi cermin bahwa komitmen, keterbukaan, dan kerja bersama mampu menghadirkan perubahan nyata bagi dunia pendidikan.
Di tengah maraknya proyek pembangunan yang kerap menuai sorotan, revitalisasi SMPN 6 Pocoranaka justru menunjukkan wajah pembangunan yang bertanggung jawab dan berorientasi pada kualitas.
Kepala SMPN 6 Pocoranaka, Ferdinandus Jemarus, mengambil peran aktif bukan hanya sebagai pengelola pendidikan, tetapi juga sebagai pengawas langsung pemanfaatan dana APBN Tahun Anggaran 2025 senilai Rp4,506 Miliar.
Ferdinandus mengakui bahwa selama proses pembangunan terdapat momen-momen tegas yang harus ia sampaikan kepada para pekerja.
Teguran tersebut, katanya, bukan dilandasi emosi, melainkan dorongan agar pekerjaan dilaksanakan maksimal dan sesuai standar. Sikap terbuka dan pengawasan langsung seperti ini dinilai jarang terjadi, terutama ketika ketegasan kerap dihindari demi kenyamanan, meski berisiko pada mutu hasil pekerjaan.
Proyek revitalisasi ini mencakup pembangunan tiga ruang kelas baru, laboratorium IPA, ruang administrasi guru, rumah dinas, serta rehabilitasi perpustakaan dan sembilan unit fasilitas lainnya.
Namun, daftar pekerjaan tersebut bukan sekadar deretan bangunan. Setiap ruang yang berdiri merepresentasikan peluang baru bagi anak-anak Pcoranaka untuk memperoleh layanan pendidikan yang layak dan setara dengan sekolah di wilayah perkotaan.
Menariknya, pengelolaan proyek dilakukan melalui sistem swakelola, di mana pihak sekolah secara langsung mengatur pengeluaran dan perekrutan mitra kerja sesuai petunjuk teknis yang berlaku.
Pola ini menunjukkan bahwa prinsip transparansi dan akuntabilitas dapat diterapkan, bahkan di daerah yang secara geografis tergolong terpencil.
Apresiasi juga datang dari masyarakat setempat. Sejumlah warga yang enggan disebutkan identitasnya mengaku menyaksikan langsung proses pembangunan yang berjalan tertib.
Mereka menilai para pekerja menunjukkan kedisiplinan, material yang digunakan berkualitas, serta aktivitas pembangunan tidak mengganggu kehidupan warga.
“Ini yang kami harapkan sejak lama. Pembangunan yang benar-benar memperhatikan kualitas, bukan sekadar cepat selesai,” ujar salah satu warga, Sabtu (14/02/2026).
Bagi masyarakat, proses yang baik sama pentingnya dengan hasil akhir. Kesaksian mereka menjadi pengingat bahwa pembangunan berkualitas lahir dari kerja jujur dan kolaboratif.
Di balik selesainya proyek ini, tersimpan pesan yang lebih luas pendidikan di wilayah pedalaman tidak boleh diposisikan sebagai pilihan kedua. Ketika pemerintah, sekolah, pekerja, dan masyarakat berjalan searah dengan integritas, keterbatasan bukan lagi alasan untuk tertinggal.
Revitalisasi SMPN 6 Pcoranaka bukanlah akhir, melainkan awal dari harapan baru, harapan agar anak-anak Pcoranaka memiliki masa depan lebih baik melalui pendidikan yang layak dan bermartabat.
Laporan : Nobertus Patut
Editor : Haeril