Klarifikasi Terkait Dugaan Pencurian Motor di RSUD Sinjai, Irfandi Tegaskan Salah Ambil Kendaraan
Oktober 29, 2026
SINJAI, Foxnesia.com – Irfandi akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi terkait pemberitaan yang ramai beredar di media sosial mengenai dugaan pencurian sepeda motor di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sinjai pada 27 Oktober 2026.
Ia menegaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi akibat kekeliruan saat mengambil kendaraan yang dikiranya milik sepupunya, bukan karena adanya niat untuk melakukan pencurian.
Dalam keterangannya, Irfandi menjelaskan bahwa pada malam kejadian, dirinya mendatangi RSUD Sinjai untuk menjenguk pamannya yang akan dirujuk ke Makassar. Saat itu, sepupunya menitipkan kendaraan kepadanya karena harus mengantar orang tuanya yang akan dirujuk ke Makassar. Sepupunya juga menyerahkan kunci kendaraan beserta karcis parkir.
Beberapa menit kemudian, Irfandi keluar menuju area parkir untuk mengambil kendaraan tersebut. Ia mengaku tidak menyadari bahwa motor yang diambilnya ternyata bukan milik sepupunya.
Menurut Irfandi, kekeliruan tersebut terjadi karena kendaraan yang diambil memiliki kemiripan dengan motor milik sepupunya, yakni Yamaha Mio Soul GT dengan stiker berwarna kuning. Selain itu, kunci yang dipegangnya juga dapat digunakan pada kendaraan tersebut sehingga ia tidak menaruh kecurigaan.
Setelah melewati loket parkir, Irfandi kemudian membawa kendaraan itu ke rumah sepupunya sesuai dengan permintaan sebelumnya. Ia mengaku tidak mengetahui bahwa kendaraan yang dibawanya merupakan milik orang lain.
Keesokan harinya, sekitar pukul 16.50 WITA, Irfandi menerima telepon dari suami sepupunya yang memberitahukan bahwa motor yang dibawanya ternyata bukan kendaraan milik sepupunya. Ia juga mendapat informasi bahwa pemilik kendaraan telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Sinjai.
Mengetahui hal itu, Irfandi mengaku langsung mendatangi Polres Sinjai untuk memberikan penjelasan dan menyelesaikan permasalahan tersebut bersama pihak pelapor.
“Ini murni kekeliruan saat mengambil kendaraan. Saya tidak mengetahui bahwa motor tersebut bukan milik sepupu saya karena bentuk dan stikernya mirip, ditambah kunci yang saya pegang cocok dengan kendaraan itu,” demikian penjelasan Irfandi, Kamis (29/10/26).
Ia menyatakan bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan secara damai bersama pihak pelapor di Polres Sinjai. Namun, setelah membuka media sosial, ia mendapati bahwa dirinya telah ramai diberitakan dengan narasi dugaan pencurian motor di RSUD Sinjai.
Irfandi menyayangkan pemberitaan yang menurutnya tidak menggambarkan kejadian secara utuh. Ia menilai, informasi yang beredar telah menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat sebelum kronologi peristiwa dipahami secara menyeluruh.
Ia juga menyebut sejumlah akun media sosial telah menghapus video pemberitaan dan melakukan klarifikasi. Namun, ia secara khusus menyayangkan tindakan akun Instagram Sinjai_iinfo dan akun Facebook Suara_musik98 yang menurut keterangannya sempat mengunggah pemberitaan terkait peristiwa tersebut.
Irfandi mengaku telah mengirimkan pesan kepada akun Sinjai_iinfo untuk meminta penghapusan unggahan sekaligus klarifikasi karena permasalahan tersebut telah diselesaikan bersama pihak pelapor di Polres Sinjai.
Menurutnya, unggahan tersebut kemudian dihapus beberapa jam setelah pesan dikirimkan, tetapi ia mengaku tidak menerima klarifikasi sebagaimana yang diharapkannya.
“Saya sangat menyayangkan pemberitaan yang langsung membentuk persepsi seolah-olah saya adalah pelaku pencurian, padahal kejadian sebenarnya merupakan kekeliruan mengambil kendaraan dan permasalahannya sudah diselesaikan bersama pihak pelapor di Polres Sinjai,” ungkapnya.
Irfandi menegaskan bahwa dirinya merasa dirugikan oleh pemberitaan yang terlanjur tersebar luas di media sosial. Ia khawatir informasi tersebut memengaruhi penilaian masyarakat terhadap dirinya, meskipun persoalan yang menjadi awal pemberitaan telah diselesaikan.
Melalui klarifikasi ini, Irfandi berharap masyarakat dapat memahami kronologi kejadian secara utuh dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi secara menyeluruh.
Ia juga berharap pengelola akun media sosial yang memberitakan peristiwa tersebut dapat memberikan klarifikasi secara proporsional agar informasi yang telanjur beredar tidak terus menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan pihak-pihak yang terlibat.
Wiwi