Melampaui Angka : Jejak Filantropi Lazismu Maros di Bulan Suci 1447 H
April 07, 2026
MAROS, Foxnesia.com — Gema takbir mungkin telah berlalu, namun jejak kebaikan yang tertanam selama Ramadhan 1447 Hijriah di Kabupaten Maros menyisakan catatan yang mendalam.
Lazismu Kabupaten Maros baru saja merilis laporan resmi bertajuk "Penghimpunan dan Penyaluran ZIS Ramadhan 1447 H", sebuah dokumen yang tidak hanya berisi deretan angka, tetapi juga potret ketulusan masyarakat dalam berbagi.
Laporan ini menjadi cermin transparansi sekaligus bentuk pertanggungjawaban publik atas amanah yang dititipkan kepada lembaga zakat di bawah naungan Muhammadiyah ini.
Sinergi Kolektif di Balik Angka Rp224 Juta
Bulan Ramadhan tahun ini menjadi saksi atas meningkatnya gairah berderma di Butta Salewangang. Lazismu Maros mencatatkan total penghimpunan dana sebesar Rp224.709.841,-.
Capaian ini merupakan hasil akumulasi dari berbagai pintu masuk kebaikan, mulai dari Masjid Muhammadiyah, panti asuhan, hingga Kantor Layanan Daerah.
Secara terperinci, donasi yang masuk terbagi ke dalam beberapa instrumen syariat:
Zakat Maal: Menembus angka Rp74.118.313, menunjukkan kesadaran warga dalam membersihkan harta mereka.
Infak: Menjadi kontributor terbesar dengan total Rp96.443.428, mencerminkan kedermawanan yang bersifat sukarela namun masif.
Zakat Fitrah: Terkumpul sebesar Rp51.013.100, yang menjadi tumpuan utama dalam membantu kebutuhan pokok di akhir Ramadhan.
Fidyah: Terhimpun sebesar Rp3.135.000, sebagai bentuk pemenuhan kewajiban bagi mereka yang berhalangan menjalankan puasa.
Menyalurkan Harapan ke Sudut-Sudut Maros
Lazismu Maros menyadari bahwa keberhasilan sebuah lembaga zakat bukan diukur dari seberapa banyak dana yang mengendap, melainkan seberapa luas manfaat yang teralirkan.
Hingga laporan ini dirilis, sebanyak Rp163.413.000 telah disalurkan melalui program-program yang bersifat tepat sasaran dan berdampak langsung.
Penyaluran ini menjangkau spektrum yang luas, mencakup delapan asnaf, terutama mereka yang tergolong fakir, miskin, gharimiin (orang yang terbelit utang), serta fisabilillah. Tak kurang dari 950 keluarga merasakan langsung manfaat dari zakat fitrah yang disalurkan.
Beberapa program unggulan yang mewarnai Ramadhan tahun ini antara lain:
1. Tebar Takjil (Rp11.000.000): Menjangkau 600 penerima manfaat yang sedang dalam perjalanan maupun mereka yang membutuhkan santapan berbuka.
2. Kado Ramadhan (Rp12.600.000): Paket spesial yang menyasar 63 penerima pilihan untuk memberikan senyum di hari kemenangan.
3. Back to Masjid (Rp8.000.000): Sebuah upaya revitalisasi spiritual yang diberikan kepada 4 masjid terpilih guna mendukung aktivitas ibadah jamaah.
4. Penyaluran Fidyah: Disalurkan kepada 100 keluarga yang membutuhkan dalam bentuk pangan siap saji maupun bahan pokok.
Sebuah Komitmen Menuju Kemandirian Umat
Ketua Lazismu Maros, Muhammad Nurdin, dalam keterangannya menekankan bahwa hasil ini merupakan cambuk motivasi bagi seluruh relawan dan pengurus.
Menurutnya, kepercayaan yang diberikan oleh para muzakki (pembayar zakat) adalah beban moral yang harus dijawab dengan kinerja yang lebih profesional.
“Alhamdulillah, grafik kepercayaan masyarakat kepada Lazismu Maros menunjukkan tren positif. Namun, tugas kami belum usai. Kami berkomitmen untuk mengubah pola penyaluran dari yang semula hanya bersifat konsumtif atau bantuan sesaat, menjadi program pemberdayaan yang lebih strategis dan berkelanjutan," tegas Nurdin, Selasa (07/04/26).
Visi Lazismu Maros ke depan adalah bagaimana dana zakat dan infak ini mampu mendorong kemandirian ekonomi umat, sehingga para mustahik (penerima zakat) hari ini, kelak bisa bertransformasi menjadi muzakki di masa depan.
Melalui laporan ini, Lazismu Maros mengundang seluruh elemen masyarakat untuk tidak berhenti berbuat baik hanya karena Ramadhan telah usai.
Pintu kantor layanan di Kabupaten Maros tetap terbuka lebar, begitu pula kanal digital melalui QRIS dan transfer bank, untuk memastikan roda kebaikan terus berputar demi kesejahteraan sosial yang merata.
Haeril