Reaktualisasi Etika propektif dan Pradikma Ekotenologi Sebagai Fondasi Pembangunan Nasional Berkemajuan
Februari 13, 2026
OPINI, Foxnesia.com - Reaktualisasi Etika Prospektif dan Paradigma Ekoteknologi sebagai Fondasi Pembangunan Nasional Berkemajuan Pembangunan nasional di era modern tidak lagi dapat bertumpu semata-mata pada pertumbuhan ekonomi dan eksploitasi sumber daya alam.
Realitas krisis iklim, degradasi lingkungan, serta ketimpangan sosial menunjukkan bahwa paradigma pembangunan konvensional perlu direkonstruksi.
Dalam konteks ini, reaktualisasi etika prospektif dan paradigma ekoteknologi menjadi fondasi penting untuk mewujudkan pembangunan nasional yang berkemajuan, berkelanjutan dan berkeadilan.
Etika prospektif menekankan tanggung jawab moral terhadap generasi masa depan. Artinya, setiap kebijakan pembangunan harus mempertimbangkan dampak jangka panjang, bukan hanya keuntungan sesaat.
Prinsip ini sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang dipopulerkan melalui laporan World Commission on Environment and Development dalam Brundtland Report, yang menekankan pemenuhan kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan generasi mendatang.
Dengan menghidupkan kembali etika prospektif, bangsa Indonesia dapat mengarahkan pembangunan yang tidak destruktif terhadap ekosistem.
Di sisi lain, paradigma ekoteknologi menghadirkan solusi integratif antara kemajuan teknologi dan kelestarian lingkungan.
Ekoteknologi bukan sekadar penggunaan teknologi ramah lingkungan, tetapi pendekatan sistemik yang memadukan inovasi, efisiensi energi, konservasi sumber daya, dan keberlanjutan sosial.
Implementasi energi terbarukan seperti tenaga surya, pengelolaan limbah berbasis daur ulang, hingga pertanian berkelanjutan merupakan contoh konkret bagaimana teknologi dapat menjadi alat transformasi ekologis.
Reaktualisasi kedua konsep ini juga relevan dengan visi pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Negara yang berkemajuan tidak hanya dinilai dari Produk Domestik Bruto (PDB), tetapi juga dari kualitas lingkungan hidup, kesejahteraan masyarakat, serta integritas tata kelola sumber daya. Tanpa fondasi etis dan ekologis, kemajuan hanya akan bersifat semu dan rentan terhadap krisis multidimensi.
Dengan demikian, saya berpendapat bahwa reaktualisasi etika prospektif dan paradigma ekoteknologi bukan sekadar wacana akademik, melainkan kebutuhan mendesak.
Pembangunan nasional berkemajuan harus berdiri di atas kesadaran moral dan inovasi berkelanjutan. Hanya dengan cara inilah Indonesia dapat tumbuh sebagai bangsa yang maju secara ekonomi, adil secara sosial, dan lestari secara ekologis.
Penulis : Muh Taufiq Mubarak
(Kader Pikom IMM FT Unismuh Makassar)
Tulisan Tanggung Jawab Penulis