Prabowo Kumpulkan Seluruh Kepala Daerah Se Indonesia di Sentul Beri Arahan Strategis Tertutup
| Mensesneg Prasetyo Hadi (foto: Okezone) |
JAKARTA, Foxnesia.com - PresidenPrabowo Subianto mengumpulkan seluruh kepala daerah se Indonesia, mulai dari Gubernur, Bupati, hingga Wali Kota, dalam sebuah pertemuan koordinasi tertutup yang berlangsung di Sentul, Bogor, Jawa Barat. Pertemuan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dari pemerintah pusat. Kegiatan yang bertujuan untuk memantapkan sinergi antara kebijakan pusat dan implementasi di daerah ini digelar tanpa liputan media.
Arahan Presiden Prabowo, yang kini memasuki tahun kedua masa jabatannya, difokuskan pada percepatan pelaksanaan program strategis nasional serta optimalisasi kinerja birokrasi di semua tingkatan. Kehadiran para kepala daerah secara lengkap menandakan pentingnya konsolidasi pemerintahan menjelang tahun tahun anggaran krusial.
Menurut pihak istana, pertemuan internal ini menjadi forum vital untuk evaluasi dua tahun kepemimpinan dan penyeragaman pemahaman mengenai prioritas pembangunan. Salah satu fokus utama adalah memastikan bahwa program unggulan Presiden, terutama yang berkaitan dengan ketahanan pangan dan infrastruktur sosial, berjalan efektif di daerah.
"Pertemuan ini esensial untuk memastikan bahwa seluruh program prioritas nasional yang telah digariskan oleh Presiden dapat terimplementasi secara merata, efektif, dan tanpa hambatan birokrasi di tingkat daerah. Sinergi pusat dan daerah adalah kunci keberhasilan," ujar M. Firman Wijaya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), menjelaskan urgensi pertemuan tersebut.
Presiden Prabowo menekankan pentingnya akuntabilitas dan kecepatan penyerapan anggaran di daerah. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa arahan yang disampaikan Presiden sangat rinci dan menyoroti tantangan spesifik yang dihadapi oleh pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan publik terbaik.
Sementara itu, pihak penyelenggara memastikan bahwa sifat tertutup dari pertemuan tersebut adalah untuk menciptakan ruang diskusi yang lebih fokus dan mendalam antara Presiden dan para pemimpin daerah. "Arahan Presiden berlangsung sangat intensif dan bersifat internal. Seluruh kepala daerah diwajibkan untuk fokus pada percepatan belanja anggaran dan penanganan isu strategis lokal yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat," tambah Dr. Siti Nurbaya, Staf Khusus Presiden Bidang Otonomi Daerah, menekankan substansi pembahasan.