FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Dosen FBS UNM Gelar Workshop Deep Learning untuk MGMP Bahasa Inggris di Gowa


GOWA, Foxnesia.com - Tim Pengabdi Fakultas Bahasa dan Sastra, Universitas Negeri Makassar, menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Penguatan MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Gowa melalui Workshop Deep Learning” di SMP Negeri 3 Sungguminasa.

Program ini diketuai oleh Dr. La Sunra, bersama tim pelaksana dosen, yaitu Mansyur, Suci Amalia, dan Andi Nurul Annisa Budiman. 

Tim pelaksana berupaya meningkatkan kapasitas guru dalam merancang pembelajaran bahasa Inggris yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menyenangkan (joyful) sesuai prinsip pembelajaran mendalam (deep learning). 

Workshop ini diikuti oleh guru-guru Bahasa Inggris SMP yang tergabung MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Gowa. 

Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dan fasilitasi dari Ketua MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Gowa, Hj. Andi Nurafiah yang berperan dalam mengoordinasikan keikutsertaan para guru.

Dari Memahami Konsep hingga Menghasilkan Produk Pembelajaran
Berbeda dari pelatihan yang hanya berorientasi pada penyampaian materi, workshop ini dirancang sebagai kegiatan yang interaktif, kolaboratif, dan berbasis praktik. 

Para guru tidak hanya diperkenalkan pada konsep deep learning, tetapi juga diajak mengidentifikasi persoalan nyata dalam pembelajaran dan secara langsung menghasilkan perangkat pembelajaran yang dapat diterapkan di kelas.

Kegiatan diawali dengan bedah modul ajar. Para peserta mengkaji struktur dan komponen modul ajar dari perspektif pembelajaran mendalam. 

Dalam proses tersebut, guru mengidentifikasi berbagai bagian pembelajaran yang masih berpotensi membuat siswa kurang menyadari makna materi yang dipelajari, kurang merasakan manfaat pembelajaran, atau belum memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan.

Tahapan ini menjadi penting karena guru tidak hanya diarahkan untuk memahami apa itu deep learning, tetapi juga diajak melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran yang selama ini mereka laksanakan.

Setelah proses analisis, para peserta bekerja secara berkelompok untuk menyusun dan mengembangkan modul ajar berbasis deep learning dengan pendampingan langsung dari tim dosen FBS UNM. 

Dengan pola ini, kegiatan pengabdian tidak berhenti pada transfer pengetahuan, tetapi diarahkan pada penguatan kemampuan profesional guru melalui pengalaman langsung dalam merancang pembelajaran.

Memamfaatkan AI untuk Mengembangkan Pembelajaran yang Lebih Interaktif
Dimensi lain yang mendapat perhatian dalam workshop adalah pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dalam pengembangan bahan ajar.

Para guru mendapatkan pendampingan untuk membuat worksheet atau lembar kerja peserta didik (LKPD) dengan memanfaatkan teknologi AI. 

Proses ini tidak hanya memperkenalkan teknologi kepada peserta, tetapi juga menempatkan AI sebagai alat bantu yang perlu digunakan secara kritis dan bijaksana dalam mendukung tujuan pembelajaran.

Dalam sesi tersebut, tim dosen juga melibatkan beberapa mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris untuk memberikan pendampingan kepada para guru. 

Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan guru ini menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan komunitas pendidikan di sekolah.

Produk LKPD yang telah dikembangkan selanjutnya diimplementasikan ke dalam Wayground by Quizizz, sehingga bahan ajar yang dihasilkan dapat digunakan dalam pembelajaran daring secara lebih interaktif. 

Dengan demikian, guru tidak hanya memperoleh wawasan mengenai teknologi, tetapi juga menghasilkan produk yang dapat langsung dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran.

Guru sebagai Pembelajar yang Terus Berkembang bagi para peserta, kegiatan ini menjadi ruang untuk merefleksikan kembali peran guru di tengah perubahan lanskap pendidikan dan perkembangan teknologi.

Umiyanti Umar, salah seorang peserta workshop dari SMPN 2 Sungguminasa menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang sangat bermanfaat bagi guru dalam memahami dan menerapkan konsep pembelajaran mendalam secara lebih konkret. 

Menurutnya, kegiatan tidak berhenti pada pemaparan konsep, tetapi memberikan kesempatan kepada peserta untuk menganalisis modul ajar, mengidentifikasi bagian-bagian yang masih perlu diperbaiki, serta mengembangkan perangkat pembelajaran yang lebih mindful, meaningful, dan joyful. 

“Workshop ini sangat membantu kami sebagai guru untuk melihat kembali bagaimana pembelajaran yang kami rancang dapat benar-benar memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Kami tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang deep learning, tetapi juga langsung mempraktikkannya dalam penyusunan modul ajar dan lembar kerja yang dapat digunakan dalam pembelajaran,” ungkapnya, Selasa (29/09/26).

Peserta lainnya, Hamdana, guru Bahasa Inggris SMPN 5 Sungguminasa, mengapresiasi pendekatan workshop yang memadukan penguatan pedagogis dengan pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI). 

Ia menilai praktik langsung selama kegiatan membuat materi yang disampaikan lebih mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan guru di kelas. 

“Saya sangat senang mengikuti workshop ini karena kami tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga dibimbing untuk menghasilkan produk pembelajaran yang bisa langsung diterapkan. Pemanfaatan AI dalam membuat worksheet dan mengintegrasikannya ke dalam platform pembelajaran seperti Wayground memberikan pengalaman baru bagi kami. Kegiatan seperti ini sangat membantu guru untuk lebih percaya diri memanfaatkan teknologi secara bijak dalam menciptakan pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna bagi siswa,” tuturnya.

Dari Workshop Menuju Perubahan Praktik Pembelajaran 

Kegiatan pengabdian ini pada akhirnya tidak hanya berbicara tentang deep learning sebagai sebuah pendekatan pembelajaran, tetapi juga tentang bagaimana guru dapat terus berkembang sebagai pembelajar profesional.

Melalui proses mengkaji, merefleksikan, merancang, mempraktikkan, dan memperbaiki perangkat pembelajaran, para guru memperoleh pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk membawa perubahan ke ruang kelas masing-masing.

Bagi tim pengabdi FBS UNM, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk nyata pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam menjembatani pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat pendidikan.

Harapannya, penguatan kapasitas guru melalui kegiatan ini tidak berhenti setelah workshop selesai. Produk yang telah dikembangkan dapat terus disempurnakan dan digunakan dalam pembelajaran, sementara pengalaman yang diperoleh dapat dibagikan kepada sesama guru melalui komunitas MGMP.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah pelatihan bukan hanya diukur dari terselenggaranya kegiatan, tetapi dari sejauh mana pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh mampu mengubah praktik pembelajaran dan memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi siswa.

Melalui kolaborasi antara FBS UNM dan MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Gowa, kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu langkah konkret dalam memperkuat profesionalisme guru Bahasa Inggris sekaligus mendorong hadirnya pembelajaran yang lebih mindful, meaningful, joyful, interaktif, dan relevan dengan tuntutan pendidikan di era digital.

Tim pengabdi FBS UNM berharap para guru Bahasa Inggris di Kabupaten Gowa semakin siap menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada pemahaman mendalam serta mampu memanfaatkan teknologi dan AI secara bijak untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi peserta didik.

Haeril