PLT Kepala Sekolah SMAN 9 Sinjai Minta Maaf atas Video Viral Siswanya di Sosmed, Akan Bertanggung Jawab dan Lakukan Evaluasi
September 27, 2026
SINJAI, Foxnesia.com - PLT Kepala Sekolah SMAN 9 Sinjai angkat bicara terkait viralnya siswa yang memakai baju sekolah .
Muhammad Aldi mengatakan peristiwa tersebut terjadi ketika jam istirahat.
"Menanggapi cuplikan video yang beredar luas di media sosial baru-baru ini, yang kejadiannya disekolah kami pada saat jam istirahat, saya selaku Plt. Kepala SMAN 9 Sinjai merasa perlu untuk memberikan penjelasannya secara terbuka, bijak, dan proporsional demi menjaga keselarasan dan kenyamanan bersama," katanya.
Ia mengungkapkan permohonan maaf mewakili SMAN 9 Sinjai atas adanya video viral yang kesannya tidak baik.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan atau kegaduhan yang timbul di tengah masyarakat akibat beredarnya video tersebut. Kami memahami perhatian dan kekhawatiran yang disampaikan oleh masyarakat serta para orang tua siswa," ungkapnya.
Ia mengatakan akan memanggil siswa terkait untuk mendengar keterangannya secara langsung.
"Kami akan lakukan dan
Pihak sekolah merespons hal ini secara cepat dan objektif. Insya allah besok senin kami akan memanggil siswa siswa yang terkait yang ada dalam video untuk dimintai keterangan secara langsung guna untuk mengetahui kronologi serta konteks peristiwa yang sebenarnya secara utuh, tanpa terburu-buru mengambil," jelasnya .
PLT Kepala Sekolah SMAN 9 Sinjai berkomitmen untuk menjaga lingkungan sekolah yang aman, kondusif, dan berkarakter.
"Setiap dinamika atau kekhilafan yang terjadi akan dijadikan bahan evaluasi mendalam dan diselesaikan secara kekeluargaan, edukatif, serta sesuai dengan norma dan aturan yang berlaku," ungkap Muhammad Aldi.
Ia juga meminta video tersebut agar tidak disebarkan karena kesannya memberikan dampak buruk bagi siswa maupun masyarakat luas.
"Kami sangat mengapresiasi perhatian publik terhadap sekolah kami. Kami juga memohon bantuan seluruh pihak dan warganet untuk tidak menyebarkan narasi video, demi menjaga psikologis peserta didik dan nama baik institusi pendidikan kita bersama," pungkasnya.
Par