FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Dari 1.233 Pendaftar, 164 Calon Anggota UKM Protokoler Unhas Ikuti Pro-Spek #2 Seni Mendengar dan Multimedia Berbasis AI


MAKASSAR, Foxnesia.com – UKM Protokoler Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar Pro-Spek #2 (Protokoler Special Skills & Talent Development) di Arsjad Rasjid Lecture Theater, Kampus Unhas Tamalanrea. 

Kegiatan bertema "Communicate with Confidence, Create with Purpose" ini diikuti 164 calon anggota baru yang dinyatakan lolos seleksi dari total 1.233 pendaftar open recruitment UKM Protokoler Unhas 2026.

Pro-Spek #2 dirancang sebagai wadah pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang komunikasi dan pemanfaatan media digital, keterampilan yang relevan dengan kebutuhan akademik, organisasi, dan dunia profesional. Peserta mendapat dua sesi materi:

Session 1: "The Art of Active Listening" bersama Siti Ramadana, Founder Sit Speaking.

Session 2: "AI-Powered Multimedia" bersama Rois Surya, Brand Designer & Marketer at Sataracorp.com.

Jumlah pendaftar tahun ini melampaui target panitia. Ketua Panitia Pro-Spek #2, Ferianto Ricki, menyebutkan bahwa pengurus semula menargetkan 600 pendaftar, namun yang mendaftar mencapai 1.233 orang, lebih dari dua kali lipat.

"Awalnya pengurus menargetkan 600 pendaftar saat open recruitment, tetapi yang mendaftar justru tembus mencapai 1.233 orang. Ini mengindikasikan betapa tingginya dahaga mahasiswa akan ruang pengembangan diri yang berkualitas di luar ruang kuliah," ujar Ferianto, Selasa (29/09/26).

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, yang hadir dalam kegiatan ini menekankan pentingnya ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi diri.

"Mahasiswa perlu diberi ruang untuk mengeksplorasi dan mengembangkan potensinya. Pengalaman langsung di lapangan akan membentuk best practice, meningkatkan kepercayaan diri, serta membuat mahasiswa lebih matang dan bijak dalam menghadapi berbagai persoalan," kata Prof. Ruslin.

Pembina UKM Protokoler Unhas, Ishaq Rahman, mendorong keprotokoleran agar berkembang secara inovatif dan adaptif, di antaranya lewat konsep green protokoler yang mengedepankan kegiatan ramah lingkungan dan accessible protokoler yang menempatkan aksesibilitas sebagai bagian penting dalam penyelenggaraan acara.

"Saya membayangkan ada kegiatan di Unhas di mana MC atau petugas protokolernya adalah penyandang disabilitas," ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Subdirektorat Penyiapan Karir Direktorat Kemahasiswaan Unhas, Burhan Kadir.

Haeril