PMP-OMK XXIX LPM Penalaran UNM Resmi Berakhir, Ketua Umum : Terus Berjuang Tanpa Henti
Juli 06, 2026
GOWA, Foxnesia.com - Pelatihan Metodologi Penelitian dan Orientasi Manajemen Keorganisasian (PMP-OMK) XXIX telah sampai pada puncak kegiatannya, yakni Pengukuhan Anggota Baru dan Penutupan PMP-OMK XXIX yang dilaksanakan pada Jumat–Minggu, 3–5 Juli 2026 di Moncongsipolong, Bissoloro, Kabupaten Gowa.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta tidak hanya mengikuti rangkaian kegiatan pengembangan intelektual dan organisasi, tetapi juga ditempa melalui proses kebersamaan, kedisiplinan, serta penguatan nilai solidaritas.
PMP-OMK XXIX menjadi ruang belajar bagi peserta untuk mengenal arti perjuangan, tanggung jawab, dan semangat kolektif dalam sebuah lembaga.
Ketua Umum LPM Penalaran UNM periode 2025–2026, Muhammad Ammar Latif, secara resmi mengukuhkan 46 anggota baru LPM Penalaran UNM angkatan XXIX.
Seluruh anggota baru telah mengucapkan janji setia serta memperoleh hak dan kewajiban sebagai anggota resmi LPM Penalaran UNM.
Bersamaan dengan itu, peserta juga menerima kartu anggota dan NRA (Nomor Registrasi Anggota) sebagai identitas resmi mereka dalam lembaga. NRA merupakan nomor keanggotaan yang menjadi tanda pengenal resmi setiap anggota di LPM Penalaran UNM.
Momen pengukuhan berlangsung khidmat dan penuh haru sebagai tanda lahirnya generasi baru yang akan melanjutkan estafet perjuangan di LPM Penalaran UNM.
Selain prosesi pengukuhan, terdapat pula beberapa rangkaian kegiatan seperti pengenalan pengurus, outbound, dan agenda kebersamaan lainnya yang bertujuan mempererat solidaritas antar peserta.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak untuk membangun kerja sama, komunikasi, dan rasa saling percaya dalam menghadapi berbagai tantangan bersama.
Ketua Umum LPM Penalaran UNM periode 2025–2026, Muhammad Ammar Latif mengatakan bahwa pengukuhan angkatan ke-XXIX menjadi awal estafet tanggung jawab bagi para anggota baru.
"Dengan semangat dan kolaborasi, mereka diajak untuk terus berjuang tanpa henti," ucapnya, Senin (06/07/26).
Ketua Panitia PMP-OMK XXIX, Ashabul Zikra, mengatakan bahwa pelaksanaan PMP-OMK XXIX berlangsung sangat luar biasa karena tidak hanya berfokus pada pengembangan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter dan resiliensi peserta.
Menurutnya, kegiatan outbound menjadi salah satu proses penting yang mengajarkan peserta untuk mampu bekerja sama, beradaptasi, dan bangkit ketika menghadapi kesulitan.
Ia berharap nilai resiliensi yang dibangun selama kegiatan dapat terus diterapkan dalam kehidupan akademik, organisasi, maupun bermasyarakat.
Pelatihan Metodologi Penelitian dan Orientasi Manajemen Keorganisasian (PMP-OMK) XXIX resmi ditutup oleh Mujahid Zulfadli Aulia Rahman selaku alumni LPM Penalaran UNM.
Penutupan kegiatan menjadi akhir dari seluruh rangkaian PMP-OMK XXIX sekaligus awal perjalanan bagi anggota baru untuk tumbuh, berproses, dan berkontribusi aktif di LPM Penalaran UNM.
Haeril