FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Fokus pada Program Berdampak dan Berkelanjutan, Lazismu Maros Belajar Tata Kelola di Lazismu Pusat


JAKARTA, Foxnesia.com — Lazismu Maros melakukan kunjungan kerja ke Kantor Lazismu Pusat di Jakarta, Selasa (30/06/26).

Pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk mendalami tata kelola program, penguatan kelembagaan, serta strategi media guna mendorong lahirnya program-program zakat yang lebih berdampak dan berkelanjutan.

Delegasi Lazismu Maros dipimpin Manager Lazismu Maros, Muh Alwi Alamsyah, didampingi Musfirah sebagai Staf Program dan Nur Shalshabilah Hakim sebagai Staf Keuangan. 

Mereka diterima oleh tim Lazismu Pusat yang terdiri atas Risya Umami dari bidang Kelembagaan dan SDM, Aditya Reffiyanto dari bidang Monitoring dan Evaluasi Program, serta Nazhori Author dari bidang Media.

Selama lebih dari dua jam, kedua pihak membahas berbagai aspek pengelolaan lembaga zakat, mulai dari perencanaan program, penguatan sumber daya manusia amil, sistem monitoring dan evaluasi, hingga pengelolaan media dan komunikasi publik.

Diskusi berlangsung hangat namun tajam. Berbagai tantangan yang dihadapi lembaga zakat di daerah dibahas secara terbuka, termasuk bagaimana memastikan program yang dijalankan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan mampu menghasilkan dampak sosial yang terukur dan berkelanjutan.

Manager Lazismu Maros, Muh Alwi Alamsyah, mengatakan bahwa penguatan tata kelola menjadi kebutuhan mendesak bagi lembaga filantropi yang ingin tumbuh secara profesional.

“Dana zakat harus mampu menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Karena itu, program perlu dirancang secara matang, memiliki indikator keberhasilan yang jelas, serta didukung sistem monitoring dan evaluasi yang kuat,” ujarnya.

Menurut Alwi, kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Lazismu Maros untuk mempercepat transformasi kelembagaan sekaligus memperkuat kualitas layanan kepada para muzaki dan penerima manfaat.

Pada sesi kelembagaan, pembahasan berfokus pada penguatan kapasitas amil dan tata kelola organisasi yang akuntabel. 

Sementara pada sesi media, peserta mendiskusikan pentingnya membangun narasi program yang kuat serta pemanfaatan platform digital untuk meningkatkan transparansi dan kepercayaan publik.

Aditya Reffiyanto menekankan bahwa keberhasilan program zakat tidak hanya diukur dari besarnya dana yang disalurkan, tetapi juga dari perubahan yang berhasil diciptakan bagi penerima manfaat.

Sementara itu, Nazhori Author mendorong agar lembaga zakat daerah semakin aktif mendokumentasikan dan mempublikasikan dampak program sebagai bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi implementasi berbagai praktik baik yang telah diterapkan di tingkat nasional. Bagi Lazismu Maros, penguatan tata kelola program, kelembagaan, dan media merupakan fondasi penting untuk menghadirkan gerakan filantropi Islam yang lebih profesional, berintegritas, dan berkelanjutan.

Di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap transparansi pengelolaan dana sosial keagamaan, sinergi antara Lazismu daerah dan Lazismu Pusat dinilai menjadi faktor penting dalam memastikan zakat tidak hanya tersalurkan, tetapi juga mampu menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang efektif.

Haeril