Bupati dan Wabup Sinjai Kompak Hadiri Simulasi Kesiapsiagaan Kegawatdaruratan Bahari Berbasis Masyarakat
Juni 28, 2026
SINJAI, Foxnesia.com - Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah pesisir, Bupati Sinjai, Dra Hj Ratnawati Arif secara resmi membuka kegiatan Simulasi Kesiapsiagaan Kegawatdaruratan Bahari Berbasis Masyarakat.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Sinjai berlangsung di Pantai Mallenreng, Kecamatan Sinjai Timur, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan simulasi ini juga di hadiri Wakil Bupati Sinjai, A Mahyanto Mazda, Sekretaris Daerah, A Jefrianto Asapa di dampingi Ketua DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Sinjai, A Ariany Djalil.
Kegiatan ini di laksanakan dengan tujuan untuk menguji dan meningkatkan kemampuan serta koordinasi seluruh elemen masyarakat, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan terkait dalam menghadapi situasi darurat di laut, seperti kecelakaan kapal, tenggelam, atau bencana alam bahari lainnya. Simulasi ini merupakan langkah konkret untuk memastikan kesiapan seluruh unsur dalam memberikan respons cepat dan tepat saat terjadi kegawatdaruratan.
Dalam sambutannya, Bupati Sinjai Ratnawati Arif mengatakan bahwa Sinjai merupakan salah satu daerah yang secara geografis terletak di pesisir timur Sulawesi Selatan, berbatasan langsung dengan Teluk Bone di sebelah timur. Wilayahnya terdiri atas wilayah pesisir, dataran rendah, hingga dataran tinggi, dengan garis pantai yang panjang dan potensi bahari yang melimpah.
Kondisi geografis ini menjadikan Sinjai tidak hanya kaya akan sumber daya kelautan dan perikanan, tetapi juga memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap berbagai ancaman kegawatdaruratan bahari, seperti gelombang tinggi, angin kencang, arus laut yang kuat, bahkan potensi tsunami.
"Oleh karena itu, saya mengapresiasi teman – teman dari DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kabupaten Sinjai yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan simulasi yang sangat strategis ini. PPNI sebagai organisasi profesi perawat telah menunjukkan peran nyata tidak hanya dalam pelayanan kesehatan di fasilitas, tetapi juga dalam upaya kesiapsiagaan menghadapi kegawatdaruratan di tengah masyarakat," katanya.
Lebih lanjut Ratnawati menambahkan bahwa Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus mendukung upaya - upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, termasuk para perawat, dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan. Perawat sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan memiliki peran yang sangat vital. Respons yang cepat dan tepat dalam kondisi darurat sangat menentukan keselamatan jiwa manusia.
"Kepada seluruh peserta simulasi, saya berpesan manfaatkan kegiatan ini sebaik -baiknya. Pelajari setiap skenario, praktikkan setiap prosedur, dan internalisasikan setiap pengetahuan yang diberikan. Karena pada saat bencana atau kegawatdaruratan benar - benar terjadi, kecepatan, ketepatan, dan kesiapan kita akan menjadi pembeda antara keselamatan dan hilangnya nyawa," ujarnya.
"Saya juga mengajak seluruh masyarakat Sinjai terutama yang ada di pesisir pantai untuk terus meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan dari instansi terkait, dan secara aktif berpartisipasi dalam setiap program kesiapsiagaan bencana yang dicanangkan. Kesiapsiagaan harus dimulai dari tingkat individu, keluarga, hingga pemerintah daerah. Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah nyata untuk mewujudkan Sinjai yang tangguh, siaga, dan sehat," harap bupati
Par