Tren Jajanan Sehat di Makassar Kian Berkembang, Higienitas Masih Jadi Tantangan
Desember 28, 2025
MAKASSAR, Foxnesia.com - Tren jajanan sehat di Kota Makassar semakin berkembang, ditandai dengan munculnya berbagai pilihan jajanan sehat yang menggunakan bahan alami seperti rebusan, salad buah, salad sayur, dan infus water.
Meski begitu, upaya memastikan jajanan itu benar-benar jajanan sehat dan aman bagi masyarakat masih menghadapi banyak tantangan, mulai dari higienis penjual hingga kurangnya edukasi tentang gizi seimbang.
Menurut artikel jurnal, jajanan sehat adalah makanan yang bersih, dimasak matang, tidak mengandung bahan kimia berbahaya, kaya serat dan protein, serta mengandung lemak sehat dan nutrisi penting seperti dari buah, sayur, biji-bijian, atau produk susu rendah lemak, yang bisa memberikan energi dan gizi seimbang tanpa menimbulkan gangguan pencernaan atau masalah kesehatan jangka panjang, berbeda dengan jajanan berwarna mencolok atau cepat saji yang sering kali tidak sehat.
Ciri jajanan sehat adalah yang bersih, higienis, dimasak matang, dan kaya nutrisi seperti vitamin, mineral, protein, serta serat, dengan kandungan gula, garam, dan lemak yang rendah.
Hindari yang berwarna mencolok (pewarna buatan), rasa terlalu kuat (MSG), dan berbau tidak sedap, serta pilih yang diolah dengan cara sehat seperti direbus atau dikukus, bukan digoreng berlebihan.
Dinas Kesehatan Makassar mengakui bahwa pengawasan jajanan sehat masih harus diperkuat. Hj. Siti Irawati sebagai pejaban fungsional Sanitarian Madya, mengatakan bahwa pemantauan jajanan dilakukan melalui puskesmas disetiap wilayah kerja.
Pemeriksaan formalin dan boraks tetap dilakukan karena hasilnya langsung terlihat ditempat khususnya pada bulan suci Ramadhan, namun pemeriksaan mikrobiologi dilakukan di Laboratoruim sehingga hasilnya tidak langsung terlihat.
“Pewarnanya itu tetap kita periksa juga pada saat kita ambil sampel makanannya kita biasa beli kalau memang nda ini kita beli, kita periksa mi, tapi langsungkan ditau hasilnya disitu, kecuali kayak ekolinya apanya itu mikrobiologinya itu tidak karena itu mikro harus di lab harus dieramkan beberapa minggu baru bisa. Jadi hasilnya itu ada yang langsung kayak borax formalin itu langsung bisa dilihat," ucapnya saat diwawancarai di pelataran Dinas Kesehatan pada Kamis 13 November 2025.
Wati (30) seorang pedagang jajanan sehat di Makassar menyebut minat masyarakat terhadap makanan berbahan alami terus meningkat. Produk yang dijual umumnya menggunakan bahan segar tanpa pengawet dan diolah dengan menjaga kebersihan.
Meski begitu, pedagang mengaku masih minim edukasi terkait gizi dan keamanan pangan, sementara harga bahan baku menjadi tantangan utama.
“Yang saya pakai itu bahan utamanya pakai bahan alami seperti sayur, buah segar, nda pake bahan kimia, setelah itu semuanya dicuci bersih, alat-alat yang mau digunakan juga dicuci, terus pastinya pake sarung tangan juga kalau mau buat pesanannya orang. Saya juga belajar semuanya dari internet belum pernah belajar secara resmi," ujarnya saat diwawancarai via telfon pada Kamis 25 Desember 2025.
Dosen Kesehatan Masyarakat UIN Alauddin Makassar, Yessy Kurniati menjelaskan bahwa jajanan sehat harusnya memenuhi pedoman gizi seimbang dan hanya menjadi pelengkap makanan utama.
Menurutnya, jajanan yang sehat biasanya minim pengolahan, mengandung serat dan karbohidrat kompleks, dan terbuat dari bahan alami.
"Nah jadi jajanan itu biasanya dia menyumbang sekitar 20% dari angka kebutuhan gizi harian, yang bagus itu kalau dia yang ada seratnya misal seperti dulukan jajanan masih dapat gak sih kalau generasi z itu, doko-doko unti trus makanan yang terbuat dari singkong pisang goreng, jadi semua itu yang memang dari bahan alami dan dia dibuatnya di rumah," ungkapnya saat di wawancarai di pelataran Fakultas Kesehatan dan Ilmu Kedokteran UINAM pada Senin 17 November 2025.
Ia juga menekankan bahwa sekedar sehat secara gizi tidak cukup. Proses penjualan juga menentukan apakah jajanan itu aman untuk dikonsumsi.
Meski jajanan sehat semakin diminati, kenyataannya masih banyak pedagang yang belum menerapkan standar higienitas.
Yessy menegaskan bahwa makanan yang awalnya sehat bisa berubah menjadi berbahaya jika dijual secara terbuka.
“Kacang rebus itu sebenanrnya jajanan yang sehat tapi misalnya kalau dia dijual di pinggir jalan tidak tertutup nah dia menjadi makanan beresiko atau yang tidak sehat lagi dari aspek yang lain, karena kontaminasi, debu, mikroba lengket semua dikulit kacang itu," tambahnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa minat terhadap jajanan sehat belum sepenuhnya diimbangi oleh si pedagang itu sendiri dalam menyiapkan atau menerapkan standar kebersihan.
Yessy menekankan bahwa masyarakat harus aktif belajar memilih jajanan yang baik, sementara petugas kesehatan wajib memberikan edukasi yang mudah diakses.
Hal ini sejalan dengan kebutuhan masyarakat yang semakin peduli kesehatan, tetapi belum semua mendapatkan pemahaman yang tepat tentang jajanan yang benar-benar sehat.
“Ada keinginan masyarakatnya untuk belajar dan juga petugas kesehatan sebagai orang yang menyediakan informasi," lanjutnya.
Dengan semakin banyaknya pilihan jajanan sehat di Makassar, masyarakat sudah berada di jalur yang tepat. Namun, tanpa pengawasan yang kuat, edukasi berkelanjutan, dan perubahan kebiasaan pedagang, jajanan sehat yang tersedia belum tentu aman.
Jajanan sehat seharusnya bukan hanya tren sesaat, tetapi menjadi bagian dari budaya konsumsi yang lebih baik di kota ini. Kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, pedagang, dan masyarakat menjadi kunci agar jajanan sehat benar-benar memberikan manfaat bagi semua kelompok usia.
Penulis : Andi Tenri Ukke