FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Sederhana Tapi Dicari : Warung Tunjuk-Tunjuk Gowa Tetap Eksis di Tengah Persaingan Bisnis Kuliner


GOWA, Foxnesia.com - Warung tunjuk-tunjuk, atau yang lebih dikenal sebagai warung prasmanan rumahan, terus menunjukkan ketahanan sebagai salah satu bentuk usaha kuliner yang diminati masyarakat di Kabupaten Gowa. 

Di tengah persaingan kuliner yang semakin luas, usaha kecil berbasis masakan rumahan ini mampu bertahan berkat cita rasa, harga terjangkau, serta inovasi sederhana dari para pelakunya. 

Konsep tunjuk-tunjuk mirip dengan sistem prasmanan: pelanggan memilih lauk secara langsung dari etalase. Menu yang disajikan biasanya masakan rumahan khas Sulawesi Selatan, seperti ikan goreng, ayam rica, tumis kangkung, hingga berbagai pilihan sambal. 

Kesederhanaan inilah yang membuat warung seperti ini digemari mahasiswa, pekerja kantoran, hingga keluarga kecil.

Di Warung Rumah Makan Ronte, pemilik usaha Juhari mengungkapkan bahwa bisnis prasmanan yang ia jalankan sudah berlangsung hampir tiga tahun. 

Ia menceritakan awal mula usaha ini terbentuk, setelah sebelumnya mencoba beberapa jenis usaha kuliner namun belum membuahkan hasil.

“Juhari asal Jeneponto, untuk usaha prasmanan ini sudah hampir 3 tahun, tadinya kami sudah mencoba beberapa usaha seperti warkop, nasi campur, nasi kuning, tapi kami belum dapat keuntungannya, Terus kita masuk di rumah makan padang prasmanan itupun di perkenalkan sama orang pengusaha nasi padang yang baru merintis tapi gagal untuk melanjutkan, makanya kami melanjutkann,” ujarnya.

Ia memilih lokasi saat ini karena perkembangan kawasan yang semakin ramai oleh mahasiswa. Juhari menyebutkan waktu ramai pengunjung umumnya terjadi pada jam istirahat kuliah hingga malam hari, dengan omzet harian mencapai satu juta hingga satu setengah juta rupiah.

“Kalau waktu waktu ramainya itu jam-jam 11, sampai jam 14, terus habis maghrib setengah 10 malam juga waktu ramainya,” katanya .

Pelanggan mengakui bahwa cita rasa rumahan menjadi alasan utama mereka datang kembali. Mahasiswi Sakinah Insanul Kamila Aulia menilai rasa dan harga yang ditawarkan sepadan.

“Yang membuat saya tertarik, ya karena memang makanannya memiliki rasa khas, dan juga makanannya enak harganya sama porsinya,” tuturnya .

Usaha serupa juga dijalankan oleh Sulastri, pemilik Warung Restu Bunda. Ia telah membuka bisnis ini selama empat tahun dan mengaku pendapatan hariannya tidak menentu, namun tetap bertahan dengan pengelolaan keuangan sederhana.

“Satu bulan ada 2 juta atau 3 juta lah, pengeluaran ada 2 juta atau 3 juta,” ungkapnya .

Pelanggan lain, Fiqram Almuammar, menyebut fleksibilitas menu sebagai daya tarik utama.

“Karena harganya cukup terjangkau, bisa juga kita di satu warung saja itu kita bisa pilih, mau digabung nasi pake ayam, pake ikan juga bisa,” katanya.

Sementara itu, pemilik Warung Padang Prasmanan, Albani, mengungkapkan bahwa tingginya jumlah pesaing memang memengaruhi pendapatan. Meski begitu, manajemen pembukuan tetap ia jalankan untuk menjaga stabilitas usaha.

“Sehari palingan ya 1 juta 500 lah, sekarang kan sudah banyak warung jadi itu rezeki sudah terbagi-bagi,” jelasnya .

Dosen Ilmu Ekonomi UIN Alauddin Makassar, Ahmad Kafrawi Mahmud, menilai bahwa bisnis prasmanan masih memiliki prospek panjang karena fleksibilitas menu dan kedekatannya dengan kebutuhan masyarakat.

“Prasmanan, memberikan banyak pilihan, menawarkan kemudahan, dan menjadi solusi bagi mahasiswa dan pekerja,” terangnya.

Dukungan pemerintah juga hadir melalui Inkubator UMKM Kota Makassar. PIC Inkubasi, Andi Nadya Tita Alia, menjelaskan bahwa pemerintah membantu dari sisi legalitas hingga manajemen usaha.

“Kami bantu untuk pembuatan sertifikat halal, dibantu dari notasi keuangannya, marketingnya, manajemen bisnisnya,” ujarnya.

Ia menilai warung prasmanan sangat berkontribusi bagi ekonomi lokal karena harga yang terjangkau serta gizi makanan rumahan yang lebih baik dibandingkan makanan cepat saji.

“Warung prasmanan, cepat tapi gizinya sangat tercukupi, dan tentu sangat membantu perekonomian,” tambahnya.

Meski tantangan seperti persaingan dan walaupun harga bahan pangan naik turun, para pelaku usaha tetap optimistis. Harapan sederhana pun disampaikan oleh para pemilik warung.

Meski harus menghadapi persaingan usaha yang semakin ketat serta naik turunnya harga bahan pangan, para pemilik warung prasmanan di Gowa tetap optimistis menjalankan usahanya. 

Juhari berharap warung yang ia kelola dapat terus didatangi pelanggan. Ia menyampaikan bahwa harapannya lebih banyak pembelinya, lebih banyak antusiasnya.

Harapan serupa juga diungkapkan oleh Sulastri selaku pemilik Warung Restu Bunda yang ingin usahanya terus bertahan.

“Semoga semakin meningkat kedepannya," harapnya.

Sementara itu, Albani sebagai pemilik Warung Padang Prasmanan juga berharap pelanggan terus datang dan usahanya tetap berjalan dengan baik. 

“Semoga semakin ramai pelanggan," ucapnya.

Warung tunjuk-tunjuk di Gowa tidak hanya menjadi tempat makan, tetapi juga menjadi simbol ketahanan usaha kecil yang tumbuh dari cita rasa rumahan, kerja keras, serta kemampuan beradaptasi di tengah persaingan kuliner yang makin ketat.
Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan