FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Perpisahan Pater Yan OFM, Umat Stasi Ignasius Loloya Rakas Rayakan Syukur, Kenangan dan Harapan


MANGGARAI, Foxnesia.com - Kapela Stasi Ignasius Loloya Rakas dipadati umat dalam suasana yang khidmat, haru, dan penuh syukur saat Perayaan Misa Akhir Tahun yang dirangkaikan dengan acara perpisahan Pater Yan OFM, imam Ordo Fratrum Minorum (OFM) yang telah mengabdikan diri melayani umat Paroki Kristus Raja Pagal selama kurang lebih lima tahun. 

Perayaan Ekaristi ini menjadi momentum iman yang sarat makna, sekaligus ruang perjumpaan batin antara gembala dan umat yang selama ini berjalan bersama dalam suka dan duka pelayanan, Rabu (31/12/2025).

Perayaan Misa berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan diikuti oleh umat dari berbagai lingkungan. Kehadiran umat dalam jumlah besar mencerminkan rasa cinta, penghormatan, serta ungkapan terima kasih atas dedikasi Pater Yan OFM yang selama ini dikenal dekat dengan umat, sederhana dalam pelayanan, dan konsisten mendampingi kehidupan iman di tingkat stasi.

Dalam homilinya, Pater Yan OFM menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas penyertaan Tuhan selama masa pelayanannya di Paroki Kristus Raja Pagal. 

Ia mengungkapkan kebanggaannya atas kebersamaan yang telah terbangun selama lima tahun, baik dengan umat di pusat paroki maupun di berbagai stasi, termasuk Stasi Ignasius Loloya Rakas yang menurutnya memiliki kekhasan tersendiri dalam semangat kebersamaan dan hidup menggereja.

“Lima tahun pelayanan ini adalah anugerah besar bagi saya. Saya belajar banyak dari umat tentang kesederhanaan, ketulusan, dan iman yang hidup dalam keseharian,” tutur Pater Yan dalam homilinya. 

Ia juga menegaskan bahwa pelayanan pastoral bukan sekadar tugas seorang imam, melainkan perjalanan iman bersama umat yang saling menopang dan menguatkan.

Pater Yan juga menekankan bahwa keberhasilan pelayanan selama ini tidak terlepas dari dukungan umat, dewan stasi, kaum muda, serta seluruh elemen Gereja di tingkat akar rumput. 

Menurutnya, relasi yang terbangun antara imam dan umat harus dilandasi oleh semangat persaudaraan sejati, di mana setiap orang dipanggil untuk saling melayani dan menjadi saksi kasih Kristus.

Lebih jauh, Pater Yan mengajak umat untuk menjadikan akhir tahun sebagai waktu refleksi dan pertobatan. 

Ia mengingatkan bahwa setiap kebaikan, keberhasilan, kegagalan, dan tantangan yang dialami sepanjang tahun 2025 merupakan bagian dari rencana dan penyelenggaraan kasih Tuhan. Semua itu hendaknya disyukuri dan dijadikan pelajaran untuk melangkah lebih baik ke depan.

Dalam menyongsong Tahun Baru 2026, Pater Yan menyampaikan pesan pastoral agar umat tidak terjebak pada rutinitas iman semata, melainkan terus memperbarui diri. 

Ia mengajak umat untuk memperdalam kehidupan doa, memperkuat persaudaraan, serta meningkatkan keterlibatan dalam karya-karya pelayanan Gereja dan pengabdian sosial di tengah masyarakat.

Misa Akhir Tahun ini juga menjadi momen perpisahan yang sarat emosi antara Pater Yan OFM dan umat Stasi Ignasius Loloya Rakas. 

Rasa haru tampak jelas ketika doa-doa dan ungkapan terima kasih disampaikan sebagai tanda penghargaan atas pengabdian dan keteladanan yang telah ditunjukkan selama ini. 

Umat mendoakan agar Pater Yan senantiasa diberi kesehatan, kekuatan, dan kebijaksanaan dalam tugas pelayanan selanjutnya.

Usai perayaan Ekaristi, acara perpisahan dilanjutkan dengan penyampaian kesan dan pesan dari perwakilan umat. Kepala Desa Rado yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Stasi Ignasius Loloya Rakas, Bernadus Ncuang, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih yang tulus atas pelayanan Pater Yan OFM selama lima tahun. 

Ia menilai kehadiran Pater Yan telah membawa banyak perubahan positif, baik dalam kehidupan iman umat maupun dalam membangun semangat kebersamaan di stasi.

“Selama lima tahun melayani di sini, Pater Yan tidak hanya hadir sebagai imam, tetapi juga sebagai sahabat dan pembimbing umat. Segala kebaikan dan pengabdian yang telah diberikan akan selalu kami kenang dan tidak akan kami lupakan,” ungkap Bernadus.

Sementara itu, Ketua Orang Muda Katolik (OMK) Stasi Ignasius Loloya Rakas, Borgias Santiawan, mewakili kaum muda, menyampaikan rasa haru dan kebanggaan atas pelayanan Pater Yan OFM. 

Ia mengatakan bahwa Pater Yan memiliki perhatian besar terhadap pembinaan kaum muda dan selalu mendorong OMK untuk terlibat aktif dalam kehidupan Gereja.

“Pendampingan Pater Yan selama ini memberi kami semangat, keberanian, dan arah yang jelas dalam berorganisasi dan beriman. Kami merasa kehilangan, tetapi juga bersyukur pernah didampingi oleh seorang imam yang begitu peduli terhadap kaum muda,” ujarnya.

Acara perpisahan ditutup dengan doa bersama, ungkapan syukur, dan kebersamaan umat dalam suasana kekeluargaan. 

Momen tersebut menandai berakhirnya satu babak pelayanan Pater Yan OFM di Stasi Ignasius Loloya Rakas, sekaligus membuka lembaran baru perjalanan iman umat dalam menyongsong Tahun Baru 2026 dengan harapan, semangat, dan tekad untuk menjadi pribadi serta komunitas yang lebih baik.

Laporan : Nobertus Patut
Editor : Haerl
Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan