FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Di Antara Rekreasi dan Konservasi Menelusuri Masa Depan Wisata Kebun di Gowa


GOWA, Foxnesia.com - Kabupaten Gowa tidak pernah kehabisan alasan untuk dikunjungi. 

Wilayah yang bertetangga langsung dengan Kota Makassar ini menyimpan lanskap alam yang beragam udara sejuk di dataran tinggi, kebun-kebun hijau yang membentang, sungai dan persawahan yang tenang, hingga jejak sejarah Kerajaan Gowa yang masih terasa kuat dalam budaya masyarakatnya. 

Bagi warga kota yang penat oleh rutinitas, Gowa kerap menjadi tujuan singkat untuk “melarikan diri” tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Tak hanya dikenal lewat Malino yang sudah lama populer, Gowa kini menawarkan alternatif wisata baru yang lebih dekat, lebih ramah keluarga, dan sarat nilai edukasi. 

Wisata kebun mulai tumbuh sebagai daya tarik tersendiri menggabungkan rekreasi, alam, dan pembelajaran dalam satu pengalaman. 

Di antara berbagai pilihan itu, dua destinasi menonjol dengan karakter yang berbeda namun saling melengkapi Wisata Kebun (WiskeB) dan Kebun Denassa (Denassa Botanical Garden).

Bagi wisatawan yang ingin bersantai tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pegunungan, WiskeB hadir sebagai jawaban. 

Berlokasi strategis dan mudah dijangkau dari Makassar, wisata kebun ini dirancang sebagai destinasi alternatif bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana hijau, namun tetap dengan fasilitas lengkap.

Menurut Sugianto, Manager Marketing WiskeB, kawasan ini awalnya merupakan kebun pribadi sejak 2007 dan mulai dibuka serta dipromosikan sebagai tempat wisata pada 2010. 

Sejak saat itu, WiskeB berkembang menjadi ruang rekreasi keluarga dengan berbagai wahana penunjang. Di dalam kawasan ini, pengunjung dapat menikmati kolam renang, spot foto yang estetik, restoran, vila, hingga area duduk untuk bersantai. 

Suasananya tenang, cocok untuk liburan keluarga, berkumpul bersama teman, atau sekadar melepas penat di akhir pekan. 

Menariknya, pengunjung juga diperbolehkan membawa peralatan masak sendiri, menjadikan pengalaman piknik terasa lebih bebas dan akrab.

Tidak hanya soal hiburan, WiskeB juga membawa dampak sosial bagi masyarakat sekitar. Warga lokal dilibatkan sebagai tenaga kerja tanpa syarat pendidikan tinggi. 

“Yang penting mau kerja, keterampilan bisa dilatih,” ujar Sugianto (22/11/2025). 

Dengan begitu, wisata ini bukan hanya dinikmati pengunjung, tetapi juga memberi manfaat ekonomi langsung bagi lingkungan sekitar.

Kesan positif datang dari para pengunjung. Mereka menilai WiskeB bersih, terawat, dan sebanding dengan harga tiket yang ditawarkan. Kebersihan kolam dan area taman dijaga rutin setiap hari, menciptakan rasa aman dan nyaman selama berwisata.

Jika WiskeB menawarkan kenyamanan rekreasi, Kebun Denassa menghadirkan pengalaman wisata yang lebih reflektif dan mendalam. 

Denassa bukan sekadar tempat jalan-jalan, melainkan ruang belajar hidup tentang alam, budaya, dan tanggung jawab manusia terhadap lingkungannya.

Berawal dari pengembangan Rumah Hijau Denassa, kawasan ini kini menjelma menjadi desa wisata dengan lebih dari 300 spesies tanaman. 

“Tagline kami itu konservasi, wisata, dan literasi. Tiga-tiganya berjalan bersamaan,” ujar Denassa (7/12/2025). 

Ketiganya berjalan bersamaan, menjadikan setiap kunjungan bukan hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna.
Di kebun ini, tanaman tidak hanya dipajang, tetapi “diceritakan”. 

Setiap spesies memiliki kisah tentang manfaatnya, nilai budayanya, hingga perannya dalam kehidupan masyarakat lokal. Tanaman aromatik, herbal, pewarna alami, dan tanaman langka dikelompokkan dalam zona-zona khusus, memudahkan pengunjung memahami keanekaragaman hayati secara langsung.

Denassa juga dikenal dengan program edukasinya yang beragam. Mulai dari belajar menanam padi, mengenal keanekaragaman hayati, hingga program resilience yang melatih ketahanan mental dan pengelolaan emosi. 

Pendekatan ini membuat Denassa cocok dikunjungi pelajar, mahasiswa, keluarga, hingga wisatawan minat khusus.

Lebih dari itu, Denassa mengajarkan hal-hal sederhana namun esensial disiplin, antre, menghargai makanan, menjaga kebersihan, dan memuliakan alam. 

Wisata di sini menjadi ruang kontemplasi, mengajak pengunjung pulang dengan kesadaran baru tentang hubungan manusia dan lingkungan.

Bagi Fitra, wisata kebun memberikan ketenangan yang sulit ditemukan di tengah kehidupan perkotaan. Ia menilai suasana yang tenang, kebersihan area, serta kenyamanan fasilitas menjadi alasan utama memilih wisata kebun sebagai tempat berlibur. 

“Di sini suasananya tenang, bersih, dan nyaman. Cocok untuk liburan keluarga tanpa harus jauh-jauh,” katanya (22/11/2025).

Sementara itu, Ila, pengunjung Kebun Denassa, mengaku mendapatkan pengalaman yang berbeda dari kunjungan wisata pada umumnya. 

Ia awalnya mengira kunjungan ke Denassa hanya sebatas melihat tanaman, namun justru menemukan nilai edukasi yang kuat. 

“Awalnya saya pikir cuma melihat tanaman. Ternyata setiap daun punya cerita dan manfaat. Itu yang membuat saya betah,” ujarnya (7/12/2025).

Pandangan akademisi Dosen pariwisata unhas Erwin Mansyur Ugu Saraka, S.S., MSc menyebut wisata kebun di Gowa memiliki potensi besar, asalkan dikelola dengan manajemen yang konsisten dan berkelanjutan. 

WiskeB dan Denassa menunjukkan dua wajah wisata kebun satu sebagai ruang rekreasi yang inklusif dan ramah, satunya lagi sebagai pusat konservasi dan literasi lingkungan.

Keduanya menawarkan pengalaman berbeda, namun sama-sama memperkaya cara kita berwisata. Di Gowa, wisata bukan hanya tentang berfoto dan bersenang-senang, tetapi juga tentang belajar, memahami, dan menghargai alam serta budaya lokal.

Bagi siapa pun yang ingin merasakan liburan yang dekat, menenangkan, dan bermakna, Gowa layak menjadi tujuan berikutnya. 

Datanglah, hirup udaranya, jelajahi kebunnya, dan biarkan WiskeB serta Denassa mengajak Anda pulang dengan cerita bukan hanya kenangan, tetapi juga kesadaran baru tentang alam dan kehidupan.

Penulis : Nur Syakila Syahira
(Mahasiswi Jurnalistik UIN Alauddin Makassar)
Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan