FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Merefleksi Peran Negara dan Keluarga di Hari Guru


OPINI, Foxnesia.com - Peringatan Hari Guru Nasional 2025 mengingatkan kita pada peran besar para pendidik yang setiap hari berdiri di garis depan pendidikan. 

Di tengah keterbatasan fasilitas, tekanan administrasi, dan ketimpangan layanan, guru tetap hadir menjaga nyala kecerdasan dan karakter bangsa. 

Namun, penghormatan kepada guru sering berhenti pada seremoni. Ketimpangan infrastruktur, minimnya pelatihan berkelanjutan, serta kesejahteraan yang belum merata menunjukkan bahwa negara belum sepenuhnya hadir. 

Pemerintah menuntut guru mencetak generasi unggul, tetapi belum menyediakan kondisi kerja yang layak dan merata di seluruh daerah.

Peningkatan kualitas guru, pemerataan fasilitas, dan jaminan kesejahteraan harus menjadi prioritas jika bangsa ini ingin pendidikan bergerak maju.

Di balik persoalan itu, ada hal mendasar yang sering terlupakan: orang tualah guru pertama dan utama bagi anak. KH. Dewantara telah menegaskan bahwa pendidikan sejatinya dimulai dari keluarga sebelum dilanjutkan oleh sekolah dan masyarakat. 

Namun semakin banyak orang tua yang melepaskan tanggung jawab itu menyerahkan sepenuhnya pendidikan kepada sekolah, menyalahkan guru ketika anak bermasalah dan menuntut pembentukan karakter tanpa memberi teladan di rumah.

Inilah ironi pendidikan hari ini: guru dibebani tanggung jawab negara, sementara sebagian orang tua mengabaikan tanggung jawab keluarga. 

Pendidikan mustahil maju jika hanya guru yang dipaksa berlari, sementara negara melangkah pelan dan keluarga tidak ikut terlibat. 

Bung Karno pernah mengingatkan bahwa “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa-jasa para pahlawannya,” dan guru adalah salah satu pahlawan itu pahlawan yang layak dibantu, bukan dibiarkan berjuang sendiri.

Kemajuan pendidikan membutuhkan kolaborasi tiga pilar utama: guru, orang tua, dan pemerintah. 

Guru mendidik di sekolah, orang tua menanamkan karakter di rumah, dan pemerintah memastikan kebijakan, sarana, serta kesejahteraan yang adil dan berpihak pada kualitas pendidikan. Tanpa sinergi ini, pendidikan hanya akan berjalan di tempat.

Memperingati Hari Guru Nasional 2025 berarti menghormati guru dengan tindakan nyata, mengevaluasi peran negara dengan kritis, dan mengingatkan orang tua bahwa pendidikan dimulai dari rumah.

Guru pertama seorang anak adalah orang tuanya peran yang tak boleh hilang dalam arus kehidupan modern.

Penulis : Sarinah Sukartini 
(Wakil Ketua Bidang Kesarinahan DPC GMNI Kabupaten Sinjai)

Tulisan Tanggung Jawab Penuh Penulis
Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan