Transformation Media Pembelajaran Vokasi Elektro Berbasis IT : Untirta dan UINAM Dorong Lulusan Unggul dan Berkararakter
September 12, 2026
GOWA, Foxnesia.com — Program Studi Pendidikan Vokasi Teknik Elektro (PVTE) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Banten sukses menggelar kuliah umum bertajuk “Transformasi Media Pembelajaran Vokasi Elektro Berbasis IT untuk Mewujudkan Lulusan Unggul dan Berkarakter”, Sabtu (12/09/26).
Kegiatan yang berlangsung secara Zoom ini menghadirkan dua pakar akademisi lintas perguruan tinggi untuk merespons tantangan disrupsi teknologi di dunia pendidikan vokasi, yaitu Dosen Teknik Informatika dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Dr. Ir. Andi Muhammad Syafar, A.Md serta dosen Pendidikan Vokasi Teknik Elektro Untirta, Dr. Irwanto.
Kedua narasumber membedah urgensi modernisasi strategi instruksional berbasis teknologi terdepan demi mencetak sumber daya manusia bidang keteknikan yang adaptif, berdaya saing global, serta memiliki fondasi etika yang kokoh.
Dalam sesi pemaparan materi pertama, Dr. Ir. Andi Muhammad Syafar menyoroti pentingnya adopsi media interaktif imersif guna mengatasi keterbatasan ruang praktikum konvensional melalui pendekatan SAVAR Augmented serta pemanfaatan Virtual Reality (VR) dalam laboratorium keteknikan.
"Pendidikan vokasi elektro memerlukan visualisasi konsep abstrak yang presisi, di mana integrasi teknologi Augmented Reality (AR) dan VR memungkinkan mahasiswa melakukan simulasi instalasi listrik, analisis rangkaian, hingga perawatan sistem kontrol industri secara aman dan realistis," ungkapnya.
Menurutnya, penggunaan AR dan VR tidak sekadar memodernisasi cara belajar, tetapi mentransformasi pengalaman simulasi menjadi lebih intuitif sehingga mahasiswa dapat mengeksplorasi risiko teknis tanpa bahaya fisik demi meningkatkan keahlian taktis dan pemahaman komprehensif.
Sementara itu, narasumber kedua, Dr. Irwanto, melanjutkan diskusi dengan mengulas secara mendalam mengenai transformasi media pembelajaran dalam ekosistem digital secara sistematis di lingkungan vokasi elektro.
Ia menekankan bahwa transformasi media pembelajaran digital tidak terbatas pada alih media fisik ke layar semata, melainkan mencakup restrukturisasi ekosistem belajar agar lebih fleksibel, terukur, dan kolaboratif guna melatih kedisiplinan, kemandirian, serta etika digital mahasiswa.
"Pembelajaran berbasis IT memfasilitasi pelacakan kompetensi secara real-time sehingga menjadi sarana efektif untuk mengasah keterampilan teknis sekaligus menginternalisasi nilai-nilai karakter, seperti berpikir kritis, memecahkan masalah secara mandiri, dan menjunjung tinggi integritas akademik," ujarnya.
Sesi kuliah umum yang dipandu oleh moderator dari civitas akademika Untirta ini berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang terdiri atas mahasiswa dan dosen aktif saat mengajukan pertanyaan seputar tantangan implementasi infrastruktur IT, adaptasi kurikulum, serta strategi mengatasi kesenjangan keterampilan digital lulusan.
Pihak pengelola Prodi PVTE Untirta menegaskan bahwa hasil pemikiran dari kegiatan ini akan menjadi bahan evaluasi dan pengayaan kurikulum praktikum mendatang, sekaligus memperkuat sinergi akademik antara Untirta Banten dan UIN Alauddin Makassar.
Melalui transformasi media pembelajaran berbasis IT yang berkesinambungan ini, Prodi PVTE Untirta optimistis mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai teknologi industri terkini, tetapi juga memiliki fondasi karakter, etika profesional, dan daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.
Haeril