Tak Sekedar Plester, Mahasiswa Ciptakan Inovasi “Dari Kulit Menuju Otak” untuk Neuroinflamasi Hidrosefalus
September 02, 2026
MAKASSAR, Foxnesia.com - Bagaimana jika sebuah plester tidak hanya ditempel di kulit, tetapi dirancang sebagai sistem penghantaran senyawa aktif menuju target di otak? Gagasan inilah yang dikembangkan Tim Hydrospatch PKM Universitas Almarisah Madani melalui inovasi plester saraf berbasis nanopartikel kuersetin untuk mengoptimalkan penghantaran senyawa antiinflamasi pada neuroinflamasi yang berkaitan dengan hidrosefalus.
Inovasi tersebut menjadi bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang didanai Kemendiktisaintek tahun 2026. Dari ribuan proposal yang diajukan perguruan tinggi negeri dan swasta di seluruh Indonesia, penelitian ini menjadi salah satu dari ratusan proposal yang berhasil memperoleh pendanaan nasional.
Selama empat bulan, tim mengembangkan dan menguji formulasi hingga berhasil memperoleh formula nanopartikel kuersetin yang kemudian diformulasikan dalam bentuk patch/plester. Teknologi ini mengusung konsep penghantaran obat melalui kulit secara noninvasif, dengan harapan dapat mengoptimalkan pemanfaatan kuersetin sebagai senyawa yang memiliki potensi antiinflamasi dan antioksidan.
Yang membuat inovasi ini menarik adalah pendekatannya. Satu plester, teknologi nano, dan sebuah misi besar: membawa senyawa aktif dari permukaan kulit menuju target yang berkaitan dengan sistem saraf. Gagasan tersebut berangkat dari tantangan penanganan neuroinflamasi pada hidrosefalus.
Penggunaan terapi farmakologis tertentu dalam jangka panjang dapat menjadi perhatian karena potensi efek samping, terlebih pada kelompok rentan seperti anak-anak. Karena itu, tim mencoba mengeksplorasi pendekatan baru dengan memadukan senyawa berbasis bahan alam, teknologi nanopartikel, dan sistem penghantaran transdermal.
“Kami ingin mengubah cara pandang terhadap plester. Bukan hanya sebagai sediaan yang ditempel di kulit, tetapi sebagai platform penghantaran senyawa aktif yang dikembangkan dengan teknologi nano,” ujar Muhammad Gufron, Ketua Tim PKM.
Pengembangan patch nanopartikel kuersetin untuk neuroinflamasi hidrosefalus ini menjadi sebuah pendekatan yang masih sangat baru dan membuka peluang penelitian lanjutan di bidang teknologi penghantaran obat.
Temuan tersebut belum dapat disebut sebagai terapi klinis dan masih membutuhkan pengujian lebih lanjut untuk memastikan keamanan, efektivitas, serta mekanisme penghantarannya. Bagi tim, perjalanan empat bulan ini bukan sekadar menghasilkan sebuah formula. Ini adalah langkah awal untuk membuktikan bahwa inovasi besar dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana-selembar plester. Dari kulit menuju otak, dari ide mahasiswa menuju inovasi kesehatan masa depan.
Derlis