FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Simposium Nasional “Sinergi Dalam Asa” Dorong Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kesejahteraan dan Keadilan Sosial


GOWA, Foxnesia.com —  Simposium Nasional menggelar dialog dalam upaya mendorong kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial di Ruang Senat Lantai 4 Rektorat UIN Alauddin Makassar, Selasa (8/9/26).

Mengangkat tema “Kolaborasi Lintas Sektor untuk Kesejahteraan dan Keadilan Sosial”. kegiatan ini menjadi ruang pertemuan berbagai perspektif dari unsur pemerintah, akademisi, legislatif, kepolisian, organisasi kepemudaan, hingga masyarakat sipil.

Simposium menghadirkan sejumlah tokoh dan pemangku kepentingan, di antaranya " Prof. Dr. H. Hamdan Juhannis, M.A., Ph.D., Rektor UIN Alauddin Makassar; sebagai keynote speaker , Dzulfikar Ahmad Tawalla, S.Pd., M.I.Kom Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia; diwakili oleh Tenaga Ahli Multazam Ahmad Tawalla, drg. Hj. Andi Rachmatika Dewi Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan periode 2024–2029; Kombes Pol. Dulfi Muis, S.H., S.I.K., M.H., M.Han Direktur Intelijen Keamanan Polda Sulawesi Selatan; Diwakili oleh AKBP Dr Muhammad Rahmadhani Kamal S.pd., MM.

Fadil musaffar mengatakan Kehadiran berbagai unsur tersebut diharapkan mampu memperkaya perspektif dalam melihat persoalan kesejahteraan dan keadilan sosial yang tidak dapat diselesaikan oleh satu sektor secara parsial.

"Kolaborasi lintas sektor bukan hanya tentang mempertemukan banyak pihak, tetapi bagaimana setiap pihak mampu mengambil peran dan menyatukan sumber daya untuk menghasilkan dampak yang lebih besar,” kata fadil musaffar selaku sekretaris jenderal SDA.

Sementara itu, Ketua DPR juga menyampaikan kepada seluruh element diskusi tentang pemerataan ekonomi dan berfokus pada pembangunan infrastruktur yaitu perbaikan jalan, irigasi, rumah sakit regional, dan bendungan, adanya efisiensi dan pergeseran belanja APBD tidak menjadi penghalang untuk melakukan kewajiban untuk kesejahteraan masyarakat khususnya sulawesi selatan agar lebih efekti, efisien, dan optimal .

Saripa ikawati selaku korator diskusi menyimpulkan statement dari semua pihak baik dari narasumber maupun peserta untuk melek terhadap kondisi.

"Jangan pernah mau di benturkan karena di tengah kompleksitas persoalan sosial, ekonomi, ketenagakerjaan, pendidikan, dan tata kelola pemerintahan, sinergi antara pemerintah, akademisi, legislatif, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, perempuan dan generasi muda, dinilai menjadi bagian penting dalam membangun solusi yang lebih inklusif, SDM yang mampu menjadi insan cita mewujudkan asta cita berkelanjutan untuk mewujudkan masyarakat adil makmur," jelasnya.

Wiwi