FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Sambut HUT RI Ke-81, Wabup Kutai Timur Hadiri Panggung Gembira Desa Persiapan Pinang Raya

KUTAI TIMUR, Foxnesia.com — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Ikatan Pemuda Pinang Raya (IPPR) berkolaborasi dengan Kerukunan Keluarga Mandar Sulawesi Barat Kutai Timur (KKMSB-KT) menggelar Panggung Gembira di Lapangan BPPUTK RT 01, Desa Persiapan Pinang Raya, Kecamatan Sangatta Selatan, Selasa malam (1/8/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya, mulai dari Tarian Mandar, Tarian Dayak, pembacaan puisi Mandar, hingga pameran kuliner tradisional Mandar.

Panggung Gembira ini turut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Kutai Timur, H. Mahyunadi. Hadir pula Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur H. Ardiansyah, Sekretaris Kecamatan Sangatta Selatan Rusmiati, Kepala Desa Sangatta Selatan Muhajir, Ketua Umum KKMSB Kutai Timur Mas'ud Majid, Ketua Umum PKP-Kutim Dadang Suhendid, para ketua RT se-Dusun Bukit Raya, tokoh masyarakat, serta masyarakat Desa Persiapan Pinang Raya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kutai Timur H. Mahyunadi memberikan apresiasi kepada panitia dan para pemuda Pinang Raya yang telah menggagas kegiatan tersebut. 

Menurutnya, Panggung Gembira tidak hanya menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan dan melestarikan seni serta budaya masyarakat.

“Saya tidak menyangka akan disuguhkan dengan atraksi yang sangat memukau. Tarian Mandarnya bagus luar biasa, tarian Dayaknya dikreasikan dengan gaya baru. Itu yang saya suka dan jarang ada di tempat lain. Pemuda Pinang Raya luar biasa,” ujar Mahyunadi.

Selain mengapresiasi kegiatan seni dan budaya, Mahyunadi juga menyampaikan perkembangan terkait status Desa Persiapan Pinang Raya yang hingga kini masih berstatus sebagai desa persiapan.

Ia menyebutkan terdapat 11 desa persiapan yang telah diusulkan untuk pemekaran dan telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah pusat. Saat ini, proses tersebut tinggal menunggu penerbitan nomor register sebelum dilanjutkan dengan tahapan pemilihan kepala desa.

“Ada 11 desa persiapan yang diusulkan untuk pemekaran dan sudah disetujui pemerintah pusat. Tinggal keluar nomor registernya dan dilanjutkan dengan pemilihan kepala Desa Pinang Raya,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyoroti kondisi penerangan jalan di sejumlah wilayah Pinang Raya yang masih minim.

 Ia meminta pemerintah desa segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Masalah jalan yang gelap, silakan Pak Kades gunakan Dana RT untuk membuat lampu penerangan jalan,” tegas Mahyunadi.

Tak hanya persoalan penerangan, Mahyunadi turut menanggapi aspirasi masyarakat terkait status lahan BPPUTK yang selama ini menjadi salah satu titik aktivitas dan keramaian masyarakat Pinang Raya.

Ia berkomitmen untuk segera menindaklanjuti persoalan status lahan tersebut agar nantinya dapat dimanfaatkan sebagai sarana olahraga dan ruang aktivitas masyarakat Desa Persiapan Pinang Raya.

“Masalah titipan masyarakat soal status BPPUTK ini agar segera bisa kembali kita kelola. Dulu lahan ini dilimpahkan oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC) kepada TNK. Nanti saya tugaskan Asisten I untuk segera mengurusnya. Setelah itu kita perbaiki dan kita jadikan sebagai sarana pusat olahraga masyarakat Pinang Raya,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Mahyunadi mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan, baik di lingkungan masyarakat maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurutnya, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kebersamaan, solidaritas, dan sikap saling menjaga di tengah keberagaman masyarakat.

“Hari ini banyak oknum-oknum yang mencoba memecah belah persatuan bangsa untuk kepentingan kelompok tertentu. Maka dari itu, kita harus semakin solid dan bersatu. Percayalah kepada pemerintah,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat bersama-sama mendukung visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, dengan memperkuat kemandirian pangan, kemandirian ekonomi, serta pengembangan hilirisasi.

“Insyaallah Indonesia ke depan, sesuai target Presiden Prabowo Subianto, pada 2045, 100 tahun Indonesia merdeka, Indonesia akan menjadi Indonesia Emas. Kita membutuhkan kemandirian pangan, kemandirian ekonomi, bahkan hilirisasi. Untuk mewujudkan itu semua, kita membutuhkan persatuan yang solid dalam berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Panggung Gembira Desa Persiapan Pinang Raya pun menjadi momentum bagi masyarakat untuk merayakan kemerdekaan sekaligus memperkuat kebersamaan lintas budaya. Perpaduan seni Mandar dan Dayak yang ditampilkan para pemuda menjadi gambaran keberagaman budaya yang hidup berdampingan di Kutai Timur.


Haeril