FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Memperkenalkan Warisan Budaya Sulsel, Heriwawan Legislator Demokrat Dorong Pemprov Hadirkan Museum Baru


MAKASSAR, Foxnesia.com - Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Demokrat, Heriwawan, mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel segera memperjuangkan pembangunan museum baru sebagai ruang untuk menyimpan, merawat, sekaligus memperkenalkan berbagai warisan cagar budaya Sulsel kepada masyarakat, Kamis (17/9/26). 

Heriwawan menyampaikan dorong tersebut saat rapat bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di Kantor Sementara DPRD Sulsel, Jalan AP Pettarani, Makassar. 

Heriwawan menganggap keberadaan museum memiliki peran penting dalam menjaga berbagai warisan budaya Sulsel, baik berupa benda maupun warisan budaya takbenda.

Ia menilai museum tidak sekadar menjadi tempat menyimpan benda-benda bersejarah, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenal perjalanan sejarah dan kebudayaan Sulsel.

“Kita perlu memperjuangkan keberadaan museum di Sulsel. Ini penting untuk menampung segala bentuk cagar budaya yang ada di Sulsel, baik benda maupun takbenda,” kata Heriwawan.

Ia mencontohkan warisan budaya La Galigo yang memiliki nilai sejarah dan kebudayaan penting bagi Sulsel. Menurutnya, kekayaan budaya tersebut semestinya dapat ditampilkan dan diperkenalkan secara lebih luas melalui museum.

“Bayangkan kita punya La Galigo, misalnya, tetapi belum ada museum yang secara khusus bisa menggambarkan sejarah dan warisan budaya kita. Seharusnya ketika orang masuk museum, mereka bisa melihat dan memahami bagaimana sejarah Sulsel dan seperti apa peninggalan masa lalunya,” ujarnya.

Heriwawan mengatakan, museum juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan identitas Sulsel kepada generasi muda maupun masyarakat dari luar daerah.

“Orang datang ke museum, mereka bisa tahu, oh, Sulsel seperti ini, sejarahnya dahulu seperti ini. Kurang lebih seperti itu gambaran kenapa museum ini penting,” tuturnya.

Sekretaris Fraksi Demokrat DPRD Sulsel itu memahami saat ini terdapat sejumlah museum yang berada dalam kawasan Benteng Somba Opu dan tengah mendapatkan perhatian untuk pengembangan maupun revitalisasi.

Namun, ia mendorong agar Pemprov Sulsel tetap memiliki agenda pembangunan museum baru di luar museum yang sudah ada.

“Yang kami inginkan adalah supaya segera ada museum baru. Jadi bukan hanya mengembangkan yang sudah ada, tetapi kita juga harus memikirkan museum baru untuk menampung dan memperkenalkan kekayaan budaya Sulsel,” katanya.

Ia menilai pembangunan museum harus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sektor kebudayaan sekaligus pariwisata di Sulsel.

Selain pembangunan museum, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel ini juga meminta Pemprov Sulsel lebih proaktif memanfaatkan program pemerintah pusat yang berkaitan dengan kebudayaan dan pariwisata.

Ia menyebut terdapat program Indonesia Raya yang digagas Kementerian Kebudayaan dengan dukungan anggaran sekitar Rp150 miliar yang dapat diakses dalam bentuk bantuan atau hibah sesuai ketentuan program.

“Pemprov harus proaktif mengakses program tersebut dan membantu masyarakat mendapatkan bantuan yang tersedia. Sebisa mungkin program itu juga diproyeksikan untuk mendukung kebudayaan dan pariwisata yang berkaitan dengan Sulsel,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel, Andi Mirna, menjelaskan bahwa Pemprov Sulsel saat ini memiliki tiga museum yang menjadi bagian dari pengembangan kawasan Benteng Somba Opu.

Ketiganya yakni Museum Mandala, Museum Karaeng Pattingalloang, dan Museum La Galigo.

“Kalau Museum Mandala dan Museum Karaeng Pattingalloang berada di kawasan Benteng Somba Opu. Kemudian Museum La Galigo juga nantinya masuk dalam kawasan Benteng Somba Opu,” kata Andi Mirna.

Ia mengatakan, ketiga museum tersebut mendapatkan dukungan anggaran dari Kementerian Kebudayaan untuk kebutuhan renovasi dan pembaruan.

“Anggaran dana ABT dari Kementerian Kebudayaan sekitar Rp6 miliar lebih untuk tiga museum,” ujarnya.

Selain renovasi museum, anggaran tersebut juga berkaitan dengan penataan dan pembersihan bastion di kawasan Benteng Somba Opu.

Menurut Andi Mirna, langkah tersebut merupakan bagian dari rencana revitalisasi kawasan Benteng Somba Opu yang dilakukan berdasarkan arahan Kementerian Kebudayaan.

“Karena nantinya Benteng Somba Opu akan dilakukan revitalisasi sesuai arahan Menteri Kebudayaan,” pungkasnya

Red