FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Mahasiswa KKN 79 UINAM Edukasi Siswa dan Orang Tua tentang Pernikahan Dini dan Penyalahgunaan Narkoba


GOWA, Foxnesia.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan 79 UIN Alauddin Makassar Posko 4 Kelurahan Pattapang menggelar seminar edukasi tentang pencegahan pernikahan dini dan mencakup narkoba di MA PERSIS Buluballea, Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Kamis (10/9/2026).

Seminar tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN 79 UIN Alauddin Makassar di Kelurahan Pattapang. Kegiatan ini melibatkan siswa MA PERSIS Buluballea dan orang tua siswa.

Dua pemateri dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yaitu Sholihah, MZ., S.Sos. dari KUA Kecamatan Tinggimoncong yang menyampaikan materi tentang pencegahan pernikahan dini serta Ipda Aidy Ihsan, ST dari pihak kepolisian yang memberikan edukasi mengenai pencegahan narkoba.

KUA Dorong Remaja dan Orang Tua Pahami Dampak Pernikahan Dini

Pemateri dari KUA Kecamatan Tinggimoncong, Sholihah, MZ., S.Sos., mengatakan edukasi mengenai pencegahan pernikahan dini penting diberikan kepada siswa dan orang tua. Menurutnya, pernikahan dini masih banyak terjadi di Kelurahan Pattapang sehingga sosialisasi perlu diberikan kepada remaja dan keluarga.

“Kalau kita melihat kondisi khususnya di Kelurahan Pattapang, terkait pernikahan dini memang masih banyak terjadi. Makanya sosialisasi maupun seminar tentang pernikahan ini penting dilaksanakan terutama kepada remaja dan orang tua yang lebih utama karena merekalah yang mengambil keputusan terkait anak-anak mereka,” ujar Sholihah.

Ia menjelaskan, orang tua memiliki peran penting dalam menentukan masa depan anak, termasuk dalam mengambil keputusan terkait pernikahan. Oleh karena itu, orang tua perlu memperoleh pemahaman yang cukup agar dapat memberikan arahan kepada anak-anaknya.

Sholihah berharap seminar tersebut dapat memberikan pencerahan kepada siswa dan orang tua sehingga rencana pernikahan pada usia muda dapat dipertimbangkan secara matang.

"Mudah-mudahan dengan terlaksananya seminar ini ada sedikit pencerahan atau pelajaran yang dapat diambil oleh orang tua siswa maupun siswa itu sendiri. Ke depan rencana terkait pernikahan bisa lebih dipikirkan dan direncanakan kembali," katanya.

Menurut Sholihah, rendahnya tingkat pendidikan menjadi salah satu faktor yang mendorong terjadinya pernikahan dini. Remaja yang tidak melanjutkan pendidikan atau tidak memiliki kegiatan setelah menyelesaikan pendidikan dasar dinilai lebih rentan untuk dinikahkan.

Selain pendidikan, kondisi ekonomi juga menjadi faktor yang dapat mendorong terjadinya pernikahan dini. Memfasilitasi orang tua dalam membiayai pendidikan dan kebutuhan anak dapat mempengaruhi keputusan keluarga ketika anak memasuki usia remaja.

“Faktor yang paling tinggi adalah tingkat pendidikan yang rendah sehingga akhirnya terjadi banyak pernikahan dini. Kemudian ada juga masalah ekonomi, orang tua sudah tidak mampu membiayai dan menghidupi anaknya, sehingga anak yang sudah memasuki masa remaja lebih baik dinikahkan,” jelasnya.

Polisi Edukasi Peserta tentang Bahaya Narkoba 

Selain membahas pencegahan pernikahan dini, seminar tersebut juga memberikan edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba. Materi tersebut disampaikan oleh Ipda Aidy Ihsan, S.T. dari pihak kepolisian.

Penyampaian materi tentang narkoba ditujukan untuk meningkatkan pemahaman siswa dan orang tua mengenai risiko penyalahgunaan narkoba. Peserta juga diarahkan agar lebih waspada terhadap lingkungan pergaulan yang dapat memberikan pengaruh negatif. 

Keterlibatan orang tua dalam seminar dinilai penting karena keluarga memiliki peran dalam mengawasi pergaulan anak, memberikan pendampingan, serta membangun komunikasi yang terbuka dengan remaja.

KUA Apresiasi Pelibatan Orang Tua

Sholihah mengapresiasi pelaksanaan seminar yang tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga menghadirkan orang tua. Menurutnya, edukasi akan lebih efektif apabila diberikan kepada remaja dan keluarga secara bersamaan.

“Alhamdulillah, kegiatan hari ini menurut saya sangat bagus karena biasanya seminar hanya diikuti siswa. Namun, hari ini kegiatan dilaksanakan bersama orang tua siswa. Jadi, penjelasan dapat diberikan bukan hanya kepada siswa, tetapi juga kepada orang tua,” ungkapnya. 

Ia menilai orang tua perlu memahami dampak pernikahan dini dan penyalahgunaan narkoba agar dapat memberikan perlindungan serta pendampingan kepada anak-anak mereka.

Memahami Dampak Pernikahan Dini

Salah seorang orang tua siswa, Suarniati, mengaku memperoleh pemahaman baru setelah mengikuti seminar tersebut. Ia berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah melibatkan orang tua dalam kegiatan edukasi di sekolah.

“Saya mewakili orang tua berterima kasih karena sudah diundang langsung ke sekolah ini untuk mendengarkan materi-materi sehingga kami mengetahui dampak negatif pernikahan usia dini dan penyalahgunaan narkoba,” ujar Suarniati. 

Menurutnya, seminar tersebut penting bagi orang tua dan remaja di Kelurahan Pattapang. Orang tua perlu memberikan arahan kepada anak-anak mengenai pendidikan dan masa depan mereka.

“Penting sekali menurut saya sebagai orang tua karena kami juga harus mengajarkan kepada anak-anak untuk kelanjutan hidup mereka. Mendengarkan seminar pada hari ini sangat membantu bagi orang tua,” katanya.

Suarniati berharap kegiatan edukasi serupa dapat terus dilaksanakan agar pemahaman orang tua dalam mendampingi anak semakin baik.

“Harapan kami, semoga dengan adanya seminar ini pemahaman orang tua terhadap anak-anaknya dapat lebih baik ke depannya. Kami sebagai orang tua sangat mengharapkan pendidikan anak-anak dapat terus berlanjut,” ucapnya. 

Siswa Diajak Mengutamakan Pendidikan

Para siswa MA PERSIS Buluballea mengikuti seminar dengan antusias. Materi yang disampaikan mendorong peserta untuk memahami berbagai konsekuensi sebelum mengambil keputusan besar dalam kehidupan, termasuk menikah pada usia muda.

Aisyah, salah seorang peserta seminar, mengatakan kegiatan tersebut membuatnya memahami bahwa pernikahan muda tidak dapat dijalani tanpa kesiapan yang matang, terutama dari segi ekonomi dan usia.

“Selama seminar ini, saya mendapatkan pemahaman bahwa menikah muda ternyata tidak semudah yang kita pikirkan dari segi ekonomi dan usia, seseorang belum tentu mampu menjalankannya," ujar Aisyah.

Peserta lainnya, Noveline Febrianti, berharap remaja yang memiliki keinginan untuk menikah muda dapat mempertimbangkan keputusan tersebut secara lebih matang.

“Harapan saya untuk teman-teman di luar sana yang ingin menikah muda, sebaiknya dipikirkan lagi karena menikah muda tidak semudah yang dipikirkan. Masih banyak hal yang harus dipertimbangkan, seperti kondisi ekonomi dan kematangan dalam berpikir,” katanya. 

Melalui seminar tersebut, mahasiswa KKN 79 UIN Alauddin Makassar berharap siswa dan orang tua di Kelurahan Pattapang semakin memahami pentingnya pendidikan, kesiapan dalam membangun keluarga, serta perlindungan remaja dari pernikahan dini dan penyalahgunaan narkoba.

Penulis: Hasmi (Mahasiswa Jurnalistik UIN Alauddin Makassar)