FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Tim MENENNUNGENG PPK ORMAWA UKM KPI Unhas Terapkan Teknologi AWD Berbasis IoT


BONE, Foxnesia.com – Ketersediaan air untuk sektor pertanian semakin menjadi tantangan di tengah perubahan iklim dan meningkatnya kebutuhan produksi pangan. 

Disisi lain, sistem budidaya padi yang masih mengandalkan penggenangan lahan secara terus-menerus berkontribusi terhadap tingginya konsumsi air serta emisi gas rumah kaca, khususnya gas metana (CH₄). 

Kondisi tersebut mendorong perlunya penerapan teknologi irigasi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Salah satu metode yang banyak direkomendasikan adalah Alternate Wetting and Drying (AWD), yaitu teknik pengelolaan irigasi dengan menerapkan siklus penggenangan dan pengeringan lahan secara bergantian. 

Metode ini terbukti mampu menghemat penggunaan air tanpa mengurangi produktivitas padi, sekaligus membantu menekan emisi metana dari lahan sawah melalui pengaturan kondisi tanah selama masa budidaya.

Sebagai upaya mendukung penerapan teknologi tersebut di tingkat petani, Tim MENENNUNGENG Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin mengimplementasikan AWD berbasis Internet of Things (IoT) di Desa Kajaolaliddong, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Rabu (01/07/26).

Program ini mengintegrasikan metode irigasi AWD dengan teknologi sensor yang memungkinkan pemantauan tinggi muka air dan kondisi lahan secara real-time, sehingga pengelolaan irigasi dapat dilakukan secara lebih tepat dan efisien.

Melalui sistem tersebut, petani memperoleh informasi mengenai waktu yang optimal untuk melakukan pengairan maupun pengeringan lahan sesuai prinsip AWD. 

Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan air, tetapi juga membantu mengurangi biaya produksi serta mendukung praktik budidaya padi yang lebih ramah lingkungan.

Selain menghadirkan inovasi teknologi, Tim MENENNUNGENG juga melaksanakan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok tani mengenai penerapan metode AWD, pemanfaatan perangkat IoT, serta pentingnya pengelolaan air sebagai bagian dari strategi adaptasi terhadap perubahan iklim. 

Pendampingan dilakukan agar petani mampu memahami sekaligus mengoperasikan teknologi secara mandiri dalam kegiatan budidaya.

Secara global, metode AWD telah diterapkan di berbagai negara produsen padi, seperti Indonesia, Filipina, dan Vietnam, sebagai bagian dari pendekatan climate-smart agriculture. 

Bahkan, pada 2025 penerapan AWD di Filipina diakui dalam skema Japan's Joint Crediting Mechanism (JCM) dan telah sesuai dengan sejumlah standar internasional, seperti Verra (VCS), Gold Standard, serta Thailand Voluntary Emission Reduction Program (T-VER). 

Hal tersebut menunjukkan bahwa AWD tidak hanya memberikan manfaat dari sisi efisiensi irigasi, tetapi juga berpotensi mendukung upaya mitigasi perubahan iklim melalui pengurangan emisi gas rumah kaca.

Implementasi AWD berbasis IoT oleh Tim MENENNUNGENG PPK ORMAWA UKM KPI Universitas Hasanuddin diharapkan menjadi contoh penerapan inovasi perguruan tinggi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. 

Melalui kolaborasi dengan petani, program ini diharapkan dapat mendorong terciptanya sistem budidaya padi yang lebih produktif, hemat sumber daya, dan berkelanjutan.

Haeril