Kenali Kondisi Tanah, Mahasiswa KKN Unhas Kenalkan Penggunaan pH Meter 4 in 1 dan Dampingi Petani di Desa Lonrong
Juli 30, 2026
BANTAENG, Foxnesia.com — Mahasiswa KKNT 116 Universitas Hasanuddin, Wahyuni, menggelar sosialisasi dan demonstrasi penggunaan pH Meter Tancap 4 in 1 di Desa Lonrong, Kecamatan Eremerasa, Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja individu yang bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengenali kondisi tanah serta mendukung pengelolaan lahan sawah secara lebih tepat.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, khususnya petani, mengenai pentingnya mengetahui kondisi pH tanah dalam mendukung pengelolaan lahan sawah. Kondisi tanah menjadi salah satu faktor yang turut menentukan ketersediaan unsur hara dan pertumbuhan tanaman padi.
Wahyuni juga turun langsung ke lapangan bersama Agus selaku ketua kelompok tani untuk memperkenalkan penggunaan pH Meter Tancap 4 in 1 kepada petani.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diperkenalkan dengan cara sederhana untuk melakukan pemeriksaan awal kondisi tanah secara langsung di lapangan.
Alat tersebut dapat membantu mengukur beberapa parameter, seperti tingkat kemasaman (pH), kelembapan tanah, intensitas cahaya, dan suhu.
“Kami ingin memperkenalkan kepada masyarakat bahwa mengenali kondisi tanah tidak harus selalu dilakukan dengan cara yang rumit. Dengan alat sederhana ini, petani dapat melakukan pemeriksaan awal kondisi tanah secara langsung di lahan,” ujarnya, Rabu (29/07/26).
Pemahaman mengenai kondisi pH diharapkan dapat menjadi pengetahuan awal bagi petani dalam menentukan langkah pengelolaan lahan yang lebih tepat.
Jika tanah terlalu masam atau terlalu basa, petani dapat melakukan evaluasi terhadap pengelolaan tanah, bahan organik, pengapuran, maupun pemupukan secara lebih bijak.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat dan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan sekaligus belajar secara langsung mengenai kondisi pertanian di lapangan.
Interaksi antara mahasiswa, petani, dan masyarakat juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam mendukung pengelolaan lahan pertanian yang lebih baik.
Melalui program tersebut, mahasiswa KKNT 116 Unhas berharap edukasi yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi dapat mendorong masyarakat untuk semakin peduli terhadap kondisi tanah sebagai salah satu bagian penting dalam menjaga produktivitas lahan sawah.
Haeril