FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

PB HPMB-Raya Tegaskan Kawal Aspirasi Masyarakat Babangeng dan Kawal Kasus Kekerasan terhadap Kader


BANTAENG, Foxnesia.com – Pengurus Besar Himpunan Pelajar Mahasiswa Bantaeng Raya (PB HPMB-Raya) menegaskan komitmennya untuk terus menggalang aspirasi masyarakat Kampung Babangeng, Desa Pa'bumbungan, Kecamatan Eremerasa.

PB HPMB-Raya juga menegaskan mengawal proses hukum terkait dugaan tindak kekerasan yang dialami kader HPMB-Raya pada aksi unjuk rasa 29 Mei 2026 di depan Kantor Bupati Bantaeng.

Kasus tersebut telah dilaporkan dengan Nomor laporan :LP/ B/ 116/ V/ 2026/ SPKT/ POLRES BANTAENG/ POLDA SULAWESI SELATAN

Ketua Umum PB HPMB-Raya, Misbah, menegaskan bahwa perjuangan yang dilakukan tidak hanya menyangkut kepentingan organisasi, tetapi juga melibatkan kepentingan masyarakat yang selama ini mengeluhkan buruknya pelayanan dan pembangunan di sejumlah wilayah Kabupaten Bantaeng.

“Aksi ini adalah bentuk konsistensi perjuangan. Kami hadir untuk menggalang suara masyarakat Babangeng yang selama ini menuntut perbaikan infrastruktur dasar, sekaligus menuntut keadilan atas tindakan kekerasan yang dialami kader HPMB-Raya pada aksi 29 Mei lalu. Kedua persoalan ini harus mendapatkan perhatian dan penyelesaian yang serius dari pemerintah maupun aparat penegak hukum,” ujar Misbah.

Menurutnya, tindakan kekerasan terhadap peserta aksi tidak boleh dianggap sebagai peristiwa biasa karena dapat mencederai ruang demokrasi dan hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Sementara itu, Wakil Ketua III Bidang Advokasi dan Partisipasi Pembangunan Daerah PB HPMB-Raya, Akbar Fadli menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawali proses hukum hingga pelaku dan pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Kami mendesak Polres Bantaeng untuk menunjukkan komitmennya dalam menegakkan hukum secara adil dan transparan. Kami meminta agar tidak hanya pelaku lapangan yang memproses, tetapi juga pihak-pihak yang diduga menjadi aktor intelektual di balik tindakan kekerasan terhadap kader HPMB-Raya. Negara tidak boleh kalah terhadap praktik-praktik kekerasan yang mengancam kebebasan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi,” tegas Akbar Fadli 

Ia menambahkan bahwa perjuangan Aliansi Appakatau merupakan perpaduan antara perjuangan keadilan hukum dan perjuangan keadilan pembangunan. Menurutnya, kedua isu tersebut sama-sama lahir dari keresahan masyarakat terhadap permasalahan yang belum mendapatkan penyelesaian yang memadai.

“Jeritan masyarakat Babangeng yang kami dengarkan hari ini adalah bukti bahwa persoalan pembangunan masih memerlukan perhatian serius. Oleh karena itu, kami akan terus mengawali dua agenda besar ini, yaitu penuntasan kasus kekerasan terhadap kader HPMB-Raya dan menuntut masyarakat Babangeng terkait perbaikan akses jalan serta berbagai persoalan pelayanan publik lainnya,” lanjut Akbar fadli.

Sementara itu, sampai berita diturunkan masih menghubungi pihak terkait untuk klarifikasi.

Par
Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan