Pemprov dan Polda Maluku Luncurkan Program “Polisi Mengajar”
Mei 05, 2026
MALUKU, Foxnesia.com - Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Maluku di Lapangan Merdeka, Ambon, berlangsung khidmat dan penuh makna, Senin (4/5/26).
Momentum tahunan ini tidak hanya menjadi seremonial besar, tetapi juga dimanfaatkan untuk melahirkan inovasi baru dalam dunia pendidikan.
Salah satu langkah strategi yang dihadirkan dalam peringatan tersebut adalah diluncurkannya program “Polisi Mengajar”, hasil kolaborasi antara Pemprov Maluku dan Polda Maluku. Program ini digagas sebagai upaya konkret untuk memperkuat pendidikan karakter di kalangan pelajar.
Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, dalam berbagai hal menegaskan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya sebatas peningkatan kualitas akademik, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa anak-anak kita tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampu menghadapi berbagai tantangan sosial,” ujar Lewerissa.
Ia menjelaskan, “Polisi Mengajar” akan menjadi program berkelanjutan yang diterapkan di seluruh kabupaten/kota di Maluku. Tidak hanya berhenti pada saat diluncurkan, program ini akan dijalankan secara sistematis dengan melibatkan jajaran kepolisian di setiap daerah.
Menurutnya, kehadiran aparat kepolisian di lingkungan sekolah akan memberikan nilai tambah tersendiri dalam proses pembelajaran, khususnya dalam memberikan pemahaman tentang hukum, disiplin, dan tanggung jawab sosial.
“Ini bukan sekedar kegiatan seremonial. Kita ingin program ini berjalan terus dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para pelajar di Maluku,” tegasnya.
Program “Polisi Mengajar” sendiri bertujuan untuk mencegah berbagai persoalan yang sering dihadapi generasi muda, seperti intimidasi narkoba, pergaulan bebas, kekerasan terhadap anak, hingga penyebaran paham radikal. Selain itu, siswa juga akan dibekali pemahaman terkait keselamatan lalu lintas dan etika dalam penggunaan media sosial.
Dalam implementasinya, anggota kepolisian akan turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi secara interaktif kepada siswa. Metode yang digunakan tidak hanya berupa ceramah, tetapi juga diskusi dan pendekatan persuasif agar materi lebih mudah dipahami dan diterima.
Lewerissa mengungkapkan, program ini lahir dari hasil dialog bersama para Kapolres dan kepala daerah di Maluku. Dari hasil pertemuan tersebut, muncul komitmen kuat untuk bersama-sama menjaga generasi muda dari berbagai ancaman sosial.
“Hasil komunikasi kami dengan para Kapolres dan kepala daerah menunjukkan kesiapan yang serius untuk menjalankan program ini di wilayah masing-masing,” katanya.
Ia juga menilai, penyampaian materi oleh pihak kepolisian akan memberikan dampak yang lebih kuat dibandingkan metode konvensional. Hal ini karena siswa dapat langsung mendengar pengalaman dan pengetahuan praktis dari aparat yang sehari-hari menangani permasalahan di lapangan.
“Jika materi ini disampaikan langsung oleh pihak kepolisian, tentu dampaknya akan lebih kuat bagi siswa. Mereka bisa lebih memahami konsekuensi dari setiap tindakannya,” ujarnya.
Pemprov Maluku berharap, melalui program “Polisi Mengajar”, akan lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran hukum, disiplin tinggi, serta mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Peluncuran program ini pun menjadi salah satu penegasan bahwa peringatan Hardiknas tidak hanya dimaknai sebagai refleksi, tetapi juga sebagai momentum untuk menghadirkan inovasi nyata dalam membangun masa depan pendidikan di Maluku.
Alwi