FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

GMNI Sinjai Gelar Kelas Logika, Dorong Masyarakat Berpikir Kritis dan Rasional


SINJAI, Foxnesia.com — Dalam upaya membangun pola pikir yang sistematis, analitis, dan rasional di kalangan masyarakat, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sinjai menggelar kegiatan “Kelas Logika” pada 19–20 Mei 2026 di Aula Bawaslu Kabupaten Sinjai, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pelajar, mahasiswa, tenaga kerja, hingga masyarakat umum. Sejumlah narasumber yang berkompeten di bidang penalaran dan pemikiran kritis turut hadir untuk memberikan materi dan membuka ruang diskusi bersama peserta.

Dalam kegiatan tersebut, dibahas pentingnya ilmu logika sebagai alat untuk membedakan antara kebenaran dan kebatilan di tengah derasnya arus informasi yang berkembang di masyarakat.

“Sekarang kebenaran dan kebatilan sengaja dicampur sehingga kita tidak bisa lagi membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Kadang yang salah dianggap benar dan kadang kebenaran dianggap salah. Untuk bisa membedakan itu, otomatis kita membutuhkan alat ukur, dan salah satu alat ukur tersebut adalah ilmu logika,” ungkap salah satu pemateri dalam sesi diskusi.

Ketua DPC GMNI Sinjai, Khairul Mutahhir, menyampaikan bahwa logika bukan sekadar ilmu berpikir, melainkan kemampuan dasar yang harus dimiliki masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh opini yang menyesatkan.

“Logika bukan sekadar ilmu berpikir, melainkan kunci untuk membedakan mana kebenaran dan mana kebohongan, mana argumen yang kuat dan mana pendapat yang kosong. Di tengah arus informasi yang begitu deras dan beragam pandangan yang ada di sekitar kita, kemampuan berpikir secara logis, kritis, dan sistematis menjadi bekal yang sangat berharga,” ujarnya.

Menurutnya, dengan logika yang tajam, masyarakat tidak akan mudah terombang-ambing oleh pendapat semu, melainkan mampu menemukan inti persoalan serta menentukan jalan keluar yang tepat.

Sementara itu, Dr. Hisbullah selaku Sekretaris Jurusan Hukum Tata Negara UIN Alauddin Makassar menekankan pentingnya pendidikan dan perubahan paradigma dalam membangun bangsa.

“Tujuan logika teori ini sifatnya untuk menjawab persoalan-persoalan yang problematik. Maka untuk merubah bangsa ini adalah pendidikannya, paradigmanya. Tidak mungkin bangsa ini berubah kalau tidak diubah paradigmanya. Kalau dalam tata negara, konstitusi itu adalah jiwa bangsa. Jiwa itu terbangun jika intelektualnya terbangun,” jelasnya.

Peserta kegiatan tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Banyak di antara mereka mengaku memperoleh wawasan baru yang sangat bermanfaat serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kelas Logika” menjadi salah satu program unggulan GMNI Sinjai dalam rangka pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kualitas pemikiran masyarakat. 

Ke depan, GMNI Sinjai berencana menghadirkan berbagai kegiatan pengembangan diri lainnya guna memenuhi kebutuhan peningkatan kapasitas generasi muda dan masyarakat luas.

Wiwi
Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan