Gelar PKM di Desa Bontomarannu, Dosen UTS Bekali Pelaku UMKM Cara Produksi Gula Semut
Mei 19, 2026
TAKALAR, Foxnesia.com - Dosen Universitas Teknologi Sulawesi melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Marannu, Kecamatan Galesong Selatan, Minggu (17/5/26).
Mengusung tema “Kelompok Industri Kreatif Melalui Inovasi Kristalisator Nira Lontar Berbasis Teknologi Tepat Guna Menuju Desa Bontomarannu Sebagai Sentra Gula Semut,”. Kegiatan ini berlangsung dari tangfal 16-17 Mei 2026 sebagai upaya nyata dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal masyarakat desa
Tim Dosen dari Universitas Teknologi Sulawesi (UTS) Makassar yang terdiri atas Mariaulfa Mustam, ST, MT (Kimia), Nurfika Ramdani, S.Si., M.Sc (Kimia) dan Riska Dewi, SE, ME (Manajemen) dengan mitra kegiatan Kelompok Industri Kreatif Marannu Mart. Program ini mendapat dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2026.
Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai potensi ekonomi gula semut sebagai produk unggulan desa. Selanjutnya, anggota Kelompok Industri Kreatif Marannu Mart mendapatkan pelatihan dan pendampingan terkait proses produksi gula semut, mulai dari penyaringan nira, penggunaan mesin kristalisator, teknik pencacahan, teknik pengeringan, pengayakan, hingga pengemasan produk yang menarik dan siap dipasarkan.
Riska Dewi, SE., ME mengatakan kegiatan ini bisa menumbuhkan UMKM di Desa.
“PKM ini sangat berdampak pada masyarakat karena dapat membangun kreativitas di bidang UMKM dalam peningkatan ekonomi rumah tangga,” ujarnya.
Diketahui, Desa Bontomarannu memiliki potensi pohon lontar yang cukup melimpah. Selama ini, nira lontar yang dihasilkan hanya difermentasi menjadi minuman tuak dan belum diolah lebih lanjut menjadi produk tambah bernilai. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha berbasis nira lontar.
Melalui program PkM ini, tim pelaksana menghadirkan inovasi mesin kristalisator nira lontar berbasis teknologi tepat guna sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi gula semut. Teknologi tersebut dirancang agar mudah digunakan oleh masyarakat serta mampu mendukung proses produksi yang lebih cepat, higienis, dan berkualitas.
Hae