Anak SD di Manggarai Surati Prabowo, Soroti Mandeknya Proyek Air Bersih, Disuarakan di Momentum Hardiknas 2026
Mei 02, 2026
MANGGARAI, Foxnesia.com - Di momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang jatuh pada Sabtu, 2 Mei 2026, suara kritis datang dari Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai.
Seorang siswa sekolah dasar menyampaikan langsung kondisi desanya melalui surat terbuka kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Penulis surat tersebut adalah Mariani Cesilia Ane, siswa kelas 4 SDK Sante Piso. Dalam suratnya, ia menyoroti belum berfungsinya proyek air minum yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), yang hingga kini belum memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Di desa kami ada proyek air minum, tetapi sampai sekarang airnya belum kami rasakan,” tulisnya, Sabtu (02/05/2026).
Disuarakan di Hari Pendidikan Nasional
Peringatan Hardiknas yang seharusnya menjadi momen refleksi kemajuan pendidikan justru dimanfaatkan Mariani untuk menunjukkan realitas berbeda di desanya. Ia menggambarkan bahwa di tengah semangat pendidikan, anak-anak di Desa Paralando masih dibebani persoalan dasar: akses air bersih.
Dalam pesannya, ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dapat melihat langsung kondisi yang mereka alami.
“Kami mohon Bapak Presiden dan Wakil Presiden melihat bagaimana hidup kami tanpa air bersih,” ungkapnya.
Dampak Nyata bagi Anak Sekolah
Ketiadaan akses air bersih berdampak langsung pada aktivitas anak-anak. Mereka harus berjalan cukup jauh untuk mengambil air setiap hari, bahkan sebelum berangkat ke sekolah.
Akibatnya, anak-anak datang dalam kondisi lelah dan tidak jarang terlambat mengikuti pelajaran. Hal ini tentu mempengaruhi konsentrasi dan kualitas belajar mereka.
“Kami harus mengambil air dulu sebelum sekolah. Kadang kami datang terlambat dan sudah lelah,” tulis Mariani.
Proyek Ada, Manfaat Belum Terasa
Keberadaan proyek DAK air minum di Desa Paralando seharusnya menjadi solusi atas persoalan ini. Namun hingga kini, distribusi air belum berjalan sebagaimana mestinya.
Belum ada keterangan resmi terkait penyebab tidak berfungsinya proyek tersebut. Kondisi ini mendorong perlunya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, termasuk aspek teknis, pengelolaan, dan pengawasan.
Harapan Sederhana di Hari Besar Pendidikan
Dalam suratnya, Mariani menyampaikan harapan yang sangat mendasar:
. Akses air bersih yang layak
. Lingkungan belajar yang mendukung
. Kepastian bahwa proyek pemerintah benar-benar berfungsi
Momentum Hardiknas 2026 menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak dapat dipisahkan dari pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Surat dari seorang anak sekolah dasar ini menjadi refleksi penting di Hari Pendidikan Nasional. Di tengah perayaan dan seremoni, masih ada anak-anak yang berjuang untuk hal paling dasar sebelum bisa belajar dengan baik.
“Kami ingin belajar dengan tenang tanpa harus khawatir soal air,” tulis Mariani.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pemerataan pendidikan harus dimulai dari pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk akses air bersih yang layak bagi seluruh masyarakat.
Nobertus Patut