FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Teruslah Bersinar, Jangan Biarkan Kegelapan Kembali Datang


OPINI, Foxnesia.com - “Jangan biarkan kegelapan kembali datang, jangan biarkan kaum wanita kembali diperlakukan semena-mena”. RA. Kartini.

Kutipan tersebut mengingatkan bahwa setelah generasi RA. Kartini, kita harus melanjutkan estafet perjuangan yang telah dilakukan sebelumnya. Dengan demikian, kita perlu mengawali dengan kesadaran penuh bahwa ilmu bagi perempuan sangatlah penting. Ilmu bukan hanya didapatkan diruang formal tetapi bisa kita dapatkan dimana saja, kapan saja, dan dari siapa saja yang kita temui. 

Perempuan harus menyibukkan dirinya dengan hal positif, karena pada dasarnya perempuan ketika hanya berdiam diri tanpa ada kesibukan maka hanya akan disibukkan dengan perasaanya. Semangat kartini adalah semangat keberanian, intelektualitas, dan keberanian untuk merobohkan sekat pembatas peran perempuan dimasyarakat. 

Perempuan dengan ilmu tidak mudah disilaukan dengan kehidupan dunia, karena dia tahu bahwa dunia hanyalah ujian. Dengan ilmu, itu yang akan membuatnya rendah hati. Perempuan yang dibekali ilmu mereka punya cahaya untuk menerangi kegelapan. Teruntuk perempuan bertumbuhlah dan tetap mekar untuk meruntuhkan kebodohan dalam diri tanpa meredupkan cahaya orang lain. 

Bagaimanapun Perempuan Harus Berdiri di Kaki Sendiri. Perempuan tidak dilahirkan untuk menggantungkan dirinya pada sosok laki-laki, tetapi sudah diajari sejak kecil bahwa nanti akan ada laki-laki yang akan menafkahi, melindungi, mengayomi,dan menjaga. Sehingga lupa bahwa kadang laki-laki juga bisa lelah , berubah arah bahkan bisa saja menghilang.

Perempuan harus mampu berjalan dikaki sendiri, harus mandiri, tanpa perlu berharap pada siapapun, sehingga tidak ada lagi kegelapan yang menerpa dikemudian hari.
Perempuan tidak dilahirkan untuk bergantung sama siapapun, tetapi tidak bermaksud untuk menyaingi laki-laki, karena hidup terlalu rapuh untuk menggantungkan diri pada orang lain. Sejatinya, orang terdekat sekalipun tidak selamanya akan bersama, tidak semua yang berjanji akan menepati. 

Jadi, sebelum terlambat perempuan yang berpikir jauh akan memutuskan untuk jadi cukup untuk diri sendiri. Bukan karena tidak mau dibantu, tapi tidak ingin lumpuh total jika tidak ada yang membantu.

Kemandirian adalah bentuk cinta sama diri sendiri, tetapi seringkali dicap sebagai perempuan keras dan egois ketika perempuan punya prinsip yang kuat. 
Perempuan harus bisa menentukan arah hidupnya sendiri, harus terus melangkah. Karena setiap langkah tumbuh kekuatan yang dibarengi dengan keberanian. 

Melangkahlah, Karena tidak ada yang mampu menyelamatkan diri perempuan kecuali dirinya sendiri. Perempuan harus punya kendali atas hidupnya sendiri entah itu pikiranya, tubuhnya, pilihanya, terlebih lagi mimpi-mimpinya. Perempuan harus bisa mengatakan ya atau tidak tanpa ada rasa takut, yang terpenting perempuan harus tau nilainya, berani bicara dan tidak tunduk pada sistem yang merendahkanya

Perempuan Adalah Madrasah Pertama Bagi Anak
Belajar dari Kartini, ilmu adalah segalanya bagi perempuan yang ingin terus bertumbuh. Ilmu adalah pelita bagi perempuan itu sendiri, dan perempuanlah penjaga cahaya tersebut. Perempuan tidak hanya belajar untuk dirinya sendiri Karena perempuanlah yang akan menjadi madrasah pertama bagi generasi bangsa. 

”Al-Ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha sya’ban thayyibal a’raq” (Ibu adalah madrasah pertama bagi anaknya. Jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan bangsa yang baik pokok pangkalnya).

Mengingat bahwa perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya, tempat belajar, cinta adab dan kehidupan. Tetapi semua perlu ilmu yang dibarengi dengan pemahaman agama yang benar untuk mempublikasikan ke anaknya kelak. 
Seringkali kita mendengar stigma di masyarakat bahwa “ngapain sekolah tinggi-tinggi ujung-ujungnya juga didapur”. 

Saatnya kita membuka pikiran mereka, zaman sudah berubah sudah saatnya kita meninggalkan pola pikir tersebut. Karena dengan demikian perempuan dengan pendidikanya dapat menjadi ibu yang baik untuk anak-anaknya dan perempuanlah yang akan membentuk generasi selanjutnya selain itu perempuan juga mampu membangun masyarakat yang maju dan beradab dengan bekal ilmu.

Hari Kartini Bukan Sekedar Seremoni
Kartini bukan hanya sosok sejarah, tetapi juga semangat hidup perempuan dizaman sekarang. Perempuan harus mampu beradaptasi dimanapun tempatnya tanpa perlu merasa ragu dan minder sama diri sendiri, selalu siap menghadapi tantangan zaman yang terus maju dengan ilmu yang telah didapatkan dan tentunya harus diimplementasikan.

Hari kartini bukan sekedar seremoni, tetapi kita harus ingat bahwa perjuangan kartini belum selesai.  

Teruntuk perempuan “Mari terus berdaya dan terus bertumbuh dan saling menguatkan. Teruslah bersinar, karena sejatinya cahaya dapat menular untuk dapat menginspirasi yang lain”

Penulis : Faradina
(Ketua HMI Komisariat Teuku Umar Cabang Sinjai Periode 2021-2022)

*Tulisan Tanggung Jawab Penuh Penulis*
Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan