Ceramah di Masjid UGM Dipersoalkan, Jusuf Kalla Dilaporkan ke Polisi
April 13, 2026
JAKARTA, Foxnesia.com - Sejumlah organisasi masyarakat Kristen melaporkan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla ke Polda Metro Jaya karena diduga menista agama saat ceramah di Masjid UGM.
Laporan itu teregister dengan nomor LP/B/2546/2026/SPKT/POLDAMETROJAYA dan LP/B/2547/2026/SPKT/POLDAMETROJAYA. Dalam laporan itu GAMKI melaporkan dugaan penistaan agama yang dilakukan Jusuf Kalla.
“Kami dari Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) melaporkan Bapak Jusuf Kalla,” kata Ketua Umum GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat, Senin (13/4/26).
Laporan GAMKI dan belasan lembaga lainnya in mempermasalahkan soal istilah ‘mati syahid’ dalam konflik yang terjadi di Poso dan Ambon.
Sedangkan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma mengatakan, pihaknya menilai kalimat yang dilontarkan Jusuf Kalla itu tak sesuai dengan ajaran agama Katolik maupun Kristen. Ajaran kedua agama ini tidak mengenal kekerasan serta pembunuhan sesama umat manusia.
Karena itu, soal istilah ‘mati syahid’ tersebut dikhawatirkan menyinggung agama termasuk masyarakat Poso dan Ambon. Jadi, perlu ada penyelesaian melalui jalur hukum agar tidak meluas.
“Jadi kalau di Kristen-Katolik, menerapkan ajaran kasih,” ungkap Stefanus.
Stefanus menyatakan tengah berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya untuk meredakan situasi.
“Justru karena kita mengampuni, kita tidak mau kemudian ini menjadi kegaduhan di media sosial. Karena bahkan kita lihat di media sosial, Pak Jusuf Kalla itu kemudian dicerca, dimaki oleh banyak netizen. Sehingga kita letakkan ini di ranah hukum," kata Stefanus.
Sementara itu, pihak Jusuf Kalla meminta para pelapor untuk mengkaji terlebih dahulu konten yang beredar. Juru Bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah mengatakan, video pernyataan Jusuf Kalla itu dipotong dan diberikan narasi yang melenceng dari substansi.
Husain menjelaskan, dalam ceramahnya, Jusuf Kalla melontarkan soal pendapat orang yang bertikai saat konflik Poso dan Ambon atau realitas sosiologis saat terjadi saat konfik.
Saat itu itu, pemahaman pihak yang berkonflik baik kubu Islam maupun Kristen yang membunuh lawan atau terbunuh akan masuk surga.
“Jadi bukan pendapat pribadi Pak JK. Realitasnya saat itu, kedua pihak yang berkonflik menggunakan jargon agama untuk saling membunuh,” tambah Husain.
Oleh karena itu, Husain menegaskan, ceramah Jusuf Kalla bertujuan agar pemahaman pihak yang bertikai harus diluruskan lantaran menyimpang dari ajaran agama.
Haeril