Pengakuan Pedih Pedagang Es Gabus Korban Fitnah Spons dan Aksi Kekerasan Fisik
| Suderajat, Pedagang Es korban fitnah polisi (Foto: Tribunnewsbogor) |
BEKASI,FOXNESIA Kasus fitnah dan kekerasan terhadap pedagang makanan keliling kembali mencuat, menimpa seorang penjual es gabus atau es kue asal Bogor yang mencari nafkah di wilayah Bekasi. Pedagang tersebut menjadi sasaran hoaks yang menuduh dagangannya terbuat dari bahan berbahaya seperti spons atau kapas, menimbulkan kerugian materiil dan trauma mendalam.
Fitnah yang tersebar liar di media sosial ini tidak hanya membuat dagangannya diremas dan dihancurkan oleh oknum tidak bertanggung jawab hingga teksturnya mirip kapas, tetapi juga berujung pada kekerasan fisik. Korban mengalami intimidasi serius saat berjualan.
Pedagang tersebut menceritakan detail kekerasan yang dialaminya. Ia mengaku diserang secara fisik oleh sekelompok orang saat sedang berdagang. Kekerasan ini terjadi bersamaan dengan penghancuran barang dagangannya yang dituduh palsu.
“Saya ditonjok, ditendang sepatu boots. Esnya diremas semua. Saya takut jualan lagi,” ungkap Suderajat Pedagang Es Gabus yang Menjadi Korban Kekerasan dan Fitnah, menggambarkan trauma mendalam yang ia alami.
Lebih lanjut, ia juga menyangkal keras tuduhan bahwa es kuenya dibuat menggunakan bahan nonmakanan. Ia menegaskan bahwa profesi ini telah ia geluti selama bertahun tahun dengan bahan baku yang terjamin kualitasnya. Tuduhan tersebut sangat menyakitkan karena mencoreng mata pencahariannya.
“Saya merasa sedih, ada yang bilang es kue ini terbuat dari spons dan kapas, padahal saya jualan ini sudah 12 tahun,” ujar Pedagang Es Kue Asal Bogor yang kini diliputi kekhawatiran. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran besar bagi para pedagang kecil lain yang rentan menjadi korban hoaks dan tindakan kekerasan di jalanan.