Pemerintah Tolak Asumsi Pelemahan Rupiah Akibat Pencalonan Thomas Djiwandono Deputi Gubernur BI
| Thomas Djiwandono & Menkeu Purbaya |
JAKARTA,FOXNESIA - Isu pencalonan Thomas Djiwandono, keponakan Presiden terpilih Prabowo Subianto, sebagai salah satu kandidat Deputi Gubernur Bank Indonesia atau BI, sempat memicu spekulasi di pasar keuangan. Spekulasi tersebut menyebutkan bahwa pelemahan nilai tukar Rupiah belakangan ini dipengaruhi oleh sentimen terkait nominasi politik tersebut.
Thomas Djiwandono saat ini diketahui menjabat sebagai Wakil Bendahara Umum Partai Gerindra. Meskipun demikian, pihak pemerintah secara tegas membantah adanya korelasi langsung antara isu pencalonan Djiwandono dengan fluktuasi mata uang domestik.
Pemerintah mengklaim bahwa depresiasi Rupiah lebih disebabkan oleh faktor eksternal global yang kuat dan masif. Hal ini disampaikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa, selaku pejabat tinggi yang bertanggung jawab dalam koordinasi kebijakan ekonomi negara.
Purbaya Yudhi Sadewa, selaku Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, menegaskan bahwa penyebab utama melemahnya Rupiah adalah kekuatan mata uang asing, bukan isu politik. "Pelemahan rupiah ini bukan karena isu keponakan Prabowo yang bakal jadi Deputi Gubernur BI. Tapi karena DXY atau dollar index yang menguat kuat sekali," ujar Purbaya. Penegasan ini sekaligus menyoroti bahwa kondisi pasar saat ini didominasi oleh penguatan indeks dolar Amerika Serikat atau DXY, sehingga dampak sentimen domestik terhadap Rupiah relatif minimal dibandingkan tekanan global.