Satu Aksi Satu Bumi, Aksi Kedua Andi Azzaza Amnan Afifah Tanam Mangrove di Luppung
Juli 21, 2025
BULUKUMBA, Foxnesia.com - Langkah kecil seorang remaja bisa menjadi gerakan besar bagi bumi. Hal inilah yang terus dibuktikan oleh Andi Azzaza Amnan Afifah, Winner Duta Remaja Sulawesi Selatan 2025 asal Kabupaten Bulukumba, melalui aksi lingkungan yang konsisten dan penuh makna.
Setelah sukses menanam mangrove di kawasan Lantebung, Makassar, Azzaza kembali menggerakkan hati dan aksi remaja dengan melaksanakan penanaman 100 pohon mangrove di Ekowisata Mangrove Luppung, Bulukumba, Minggu (20/07/25).
Kegiatan ini menjadi aksi kedua dalam rangkaian advokasinya bertajuk "Satu Aksi, Satu Bumi : Remaja Hijaukan Masa Depan", sebuah gerakan yang mengajak remaja untuk terlibat aktif menjaga lingkungan melalui langkah nyata, dimulai dari hal sederhana.
“Saya sadar bahwa menanam mangrove itu bukan pekerjaan mudah. Harus masuk lumpur, panas-panasan, dan benar-benar butuh tenaga. Karena itu, saya sangat bangga dan tersentuh dengan semangat teman-teman yang ikut terlibat hari ini. Mereka datang bukan sekadar untuk hadir, tapi untuk berkontribusi langsung menjaga bumi,” ungkap Azzaza.
Mangrove atau bakau bukan hanya tanaman biasa yang tumbuh di pesisir. Ia adalah penjaga alam yang luar biasa.
Akar-akar mangrove yang kokoh menahan abrasi, melindungi daratan dari gelombang dan air laut yang terus mengikis, serta menjadi rumah bagi ratusan spesies biota laut seperti ikan, kepiting, udang, bahkan burung air.
Tidak hanya itu, hutan mangrove memiliki kemampuan menyerap karbon lima kali lebih banyak daripada hutan hujan tropis, menjadikannya pahlawan tersembunyi dalam menghadapi krisis iklim global.
“Bayangkan, satu pohon mangrove bisa menyimpan lebih banyak karbon dari pohon biasa. Artinya, setiap pohon yang kita tanam hari ini adalah tabungan untuk masa depan, tabungan untuk bumi yang lebih sehat. Itu mengapa saya memilih mangrove sebagai bagian awal dari advokasi saya,” jelasnya.
Tidak berjalan sendiri, Azzaza menggandeng berbagai pihak dalam kolaborasi ini, diantaranya:
Duta Peduli Sosial Sulselbar
Duta Wisata Kabupaten Bulukumba
Duta Anak dan Forum Anak Bulukumba
Duta GenRe dan Forum GenRe Bulukumba
serta remaja-remaja lokal yang peduli dan ingin ikut berdampak bagi daerahnya.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi remaja untuk merasakan langsung tantangan menjaga lingkungan sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap alam sekitarnya.
Bagi Azzaza, gerakan ini bukan hanya soal menanam mangrove, tapi juga menanam kesadaran, harapan, dan masa depan.
“Mungkin yang saya tanam hari ini tidak banyak. Hanya seratus pohon. Tapi saya percaya, lewat gerakan kecil ini akan tumbuh lebih banyak ketertarikan dari anak-anak muda lainnya. Kalau satu aksi bisa menggerakkan satu hati, maka bayangkan jika ribuan aksi muncul dari ribuan hati remaja yang peduli,” ucapnya.
“Remaja hari ini akan menjadi pemimpin di masa depan. Kalau sejak sekarang kita terbiasa peduli pada lingkungan, maka kelak kita akan tumbuh sebagai generasi yang tidak hanya cerdas, tapi juga sadar dan tangguh dalam menjaga bumi. Saya ingin aksi ini menjadi pemicu, bukan puncak,” sambung Azzaza.
Advokasi "Satu Aksi, Satu Bumi" adalah bentuk nyata dari mimpi dan visi Azzaza untuk menjadikan remaja sebagai pelaku perubahan.
Lewat kampanye lingkungan yang berkelanjutan, ia ingin menciptakan ekosistem remaja sadar lingkungan di Sulawesi Selatan, dimulai dari tanah kelahirannya, Bulukumba, yang dikenal sebagai Butta Panrita Lopi, tanah para pelaut bijak.
“Saya tidak ingin gerakan ini berhenti di satu hari. Saya ingin ini jadi gerakan panjang. Dan saya yakin, selama ada satu remaja yang berani bergerak, maka bumi masih punya harapan,” tutupnya.
Haeril