Melalui Papan Visual Informasi, Mahasiswa KKN Unhas Edukasi Warga Bonto-Bontoa
Juli 29, 2025
BANTAENG, Foxnesia.com - Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 114 Desa Bonto-Bontoa, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng, melaksanakan kegiatan edukatif berupa pemasangan papan informasi tentang waktu urai berbagai jenis sampah.
Papan informasi ini dipasang di depan Kantor Desa Bonto-Bontoa, Senin (29/7/2025) kemarin.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja tematik yang menyoroti isu lingkungan hidup, khususnya pengelolaan sampah rumah tangga.
Melalui papan ini, masyarakat diajak untuk memahami dampak jangka panjang dari membuang sampah sembarangan, khususnya sampah anorganik seperti plastik, sterofoam, dan puntung rokok.
Papan edukasi yang dipasang di salah satu titik strategis desa tersebut menampilkan pesan reflektif: “Berapa lama sampah yang anda buang terurai?”. Pesan ini diperkuat dengan visualisasi nyata berupa sampel sampah yang ditempel langsung di papan, disertai label informasi waktu penguraiannya — mulai dari 5 tahun, 10 tahun, 100 tahun, 200 tahun, 450 tahun, hingga tak terurai.
Menurut Andi Agniyanjah, selaku Penanggungjawab program kerja ini, pendekatan visual dipilih agar pesan edukatif bisa diterima oleh seluruh kalangan, termasuk anak-anak dan lansia.
“Kami ingin memberikan pesan yang sederhana tapi berdampak. Tidak semua warga terbiasa membaca panjang lebar, jadi kami buat ini agar informasi bisa langsung tersampaikan hanya dengan sekali lihat. Kami mencoba cara visual seperti ini agar lebih menarik dan mudah diingat," ungkapnya.
Papan edukasi ini dibuat secara mandiri menggunakan bahan kayu bekas yang dicat mencolok, dan ditempel dengan berbagai contoh sampah asli seperti plastik kresek, botol air mineral, bungkus jajanan, puntung rokok, hingga stereofoam.
Selain berfungsi informatif, papan ini juga menjadi media kampanye visual yang menarik perhatian warga.
Tanggapan positif pun datang dari Kepala Desa Bonto-Bontoa, Hj. Syamsuddin B yang menyampaikan apresiasinya atas kontribusi mahasiswa KKN dalam menyampaikan pesan lingkungan melalui cara yang kreatif dan mudah dipahami.
“Saya sangat mengapresiasi ide mahasiswa KKN ini. Edukasi seperti ini sangat penting karena langsung menyentuh kesadaran masyarakat. Mudah-mudahan ke depan warga Bonto-bontoa bisa lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap sampah yang mereka hasilkan,” ujarnya.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan bertema pelestarian lingkungan yang dijalankan oleh mahasiswa KKN di desa tersebut.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa langkah kecil, jika dilakukan secara konsisten dan dengan pendekatan yang tepat, bisa memberi pengaruh besar dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Wiwi