FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Inovasi Hijau dari Botol Bekas, Program Budidaya Kangkung Vertikal di Desa Lentu oleh KKN Unhas


JENEPONTO, Foxnesia.com - Di tengah hamparan Desa Lentu, Kabupaten Jeneponto, sekelompok mahasiswa KKN Unhas menghadirkan sentuhan inovasi dalam bidang pertanian, Senin (20/01/25).

Mereka menginisiasi program pemanfaatan botol plastik bekas sebagai media tanam kangkung dengan sistem vertikal garden, yang ditujukan khusus untuk memberdayakan ibu-ibu kelompok tani setempat.

Program ini berawal dari keprihatinan mahasiswa melihat melimpahnya botol plastik bekas yang terbuang sia-sia di lingkungan desa. 

Dengan pemikiran kreatif, mereka mengubah apa yang dianggap sampah menjadi solusi pertanian yang efektif dan ramah lingkungan. 

Botol-botol bekas dikumpulkan, dibersihkan, dan dimodifikasi menjadi pot vertikal yang dapat ditata secara bertingkat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN memberikan pelatihan komprehensif kepada ibu-ibu kelompok tani. Mereka diajarkan mulai dari tahap persiapan media tanam, pembuatan instalasi vertikal garden, teknik penanaman kangkung, hingga perawatan tanaman. 

Sistem vertikal ini tidak hanya menghemat lahan, tetapi juga memungkinkan para ibu untuk membudidayakan kangkung di pekarangan rumah mereka.

Yang menarik, metode ini mendapat sambutan antusias dari para peserta. Mereka menemukan bahwa budidaya kangkung dengan sistem vertikal tidak hanya praktis tetapi juga ekonomis. 

Setiap botol dapat menampung 2-3 tanaman kangkung, dan dengan penataan vertikal, mereka bisa memaksimalkan hasil panen dalam ruang yang terbatas.

Program ini membawa berbagai manfaat bagi masyarakat Desa Lentu. Pertama, memberikan alternatif pemanfaatan sampah plastik yang ramah lingkungan. 

Kedua, menciptakan sumber pangan sehat dengan biaya minimal. Ketiga, membuka peluang penghasilan tambahan bagi keluarga melalui penjualan hasil panen kangkung. 

Dan yang tak kalah penting, program ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pertanian berkelanjutan dan pelestarian lingkungan.

Keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi yang baik antara mahasiswa KKN dengan kelompok tani Desa Lentu. 

Para ibu tidak hanya menjadi peserta pasif, tetapi juga berperan aktif dalam mengembangkan dan menyebarluaskan metode ini ke lingkungan sekitar mereka. 

Melalui program sederhana namun berdampak ini, mahasiswa KKN Unhas telah berhasil menanamkan semangat inovasi dan keberlanjutan di tengah masyarakat Desa Lentu. 

Mereka membuktikan bahwa dengan kreativitas dan tekad yang kuat, tantangan lingkungan dan keterbatasan lahan dapat diubah menjadi peluang yang menguntungkan bagi masyarakat.

Haeril
Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan