Toreh Prestasi Membanggakan, BKMF Sinapsis FIKK UNM Melaju ke Abdidaya Ormawa 2026
Oktober 05, 2026
MAKASSAR, Foxnesia.com — BKMF Sinapsis Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional, Senin (05/10/26).
Melalui pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) di Desa Beroanging, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, BKMF Sinapsis FIKK UNM berhasil lolos sebagai peserta Abdidaya Ormawa Nasional 2026.
Capaian menuju Abdidaya Ormawa 2026 ini menjadi buah dari rangkaian proses pelaksanaan PPK Ormawa selama kurang lebih empat bulan bersama masyarakat Desa Beroanging.
Melalui program “Peningkatan Kesehatan Masyarakat melalui Baruga Sipakatau Berbasis Local Digital Health Center Beroanging dalam Mendukung SDGs Desa”, tim mengembangkan berbagai inovasi pemberdayaan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masyarakat desa.
Dekan FIKK UNM, Dr. Andi Attsam Mappanyukki menyampaikan dukungannya terhadap keterlibatan mahasiswa dalam program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Dukungan tersebut menjadi bagian dari komitmen fakultas dalam mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas, menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Fakultas senantiasa mendukung kegiatan mahasiswa yang memberikan ruang untuk belajar dan berkontribusi langsung kepada masyarakat. Kami berupaya memberikan dukungan dan memfasilitasi mahasiswa agar dapat menjalankan program dengan baik, sekaligus mengembangkan kemampuan mereka melalui pengalaman di lapangan," ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Dekan III FIKK UNM, Dr. Fahrizal turut memberikan dukungan terhadap proses pelaksanaan PPK Ormawa hingga tahap Abdidaya Ormawa 2026. Dukungan tersebut diberikan melalui pendampingan dan penguatan kegiatan kemahasiswaan agar program yang dijalankan dapat memberikan manfaat serta memiliki keberlanjutan.
“Kami terus mendukung dan membantu mahasiswa dalam setiap proses pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan, termasuk PPK Ormawa. Harapannya, pengalaman yang diperoleh selama berada di masyarakat dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa sekaligus memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat," ungkapnya.
Dalam pelaksanaannya, tim PPK Ormawa BKMF Sinapsis FIKK UNM mengembangkan Baruga Sipakatau yang mencakup lima bidang pemberdayaan, yaitu Ibu dan Anak, Remaja, Lansia, Lingkungan, serta Pangan Lokal.
Seluruh program diperkuat dengan pemanfaatan teknologi melalui SIPAKATAU (Sistem Kesehatan Terpadu) sebagai bagian dari upaya mendukung pemantauan dan pengelolaan kesehatan masyarakat secara lebih terintegrasi.
Berbagai inovasi dikembangkan, mulai dari pemantauan pertumbuhan balita, pendampingan ibu dan anak, pengingat konsumsi tablet tambah darah bagi remaja, aktivitas fisik dan pemantauan kesehatan lansia, pengelolaan lingkungan, hingga pengembangan produk pangan lokal bergizi berbasis potensi Desa Beroanging.
Pelaksanaan program tersebut juga mendapat pendampingan dari Hezon Alhim Dos Santos selaku dosen pendamping yang turut mengawal proses pelaksanaan PPK Ormawa bersama tim mahasiswa hingga berhasil melangkah ke Abdidaya Ormawa Nasional 2026.
Keberhasilan BKMF Sinapsis FIKK UNM lolos sebagai peserta Abdidaya Ormawa 2026 menjadi bentuk apresiasi atas proses pemberdayaan yang telah dilakukan secara kolaboratif bersama masyarakat.
Sebanyak 69 kader yang terdiri atas kader Posyandu, PKK, Satgas Desa, dan Karang Taruna turut menjadi bagian dalam penguatan keberlanjutan program di Desa Beroanging.
Capaian ini juga menjadi bukti bahwa pelaksanaan PPK Ormawa tidak berhenti pada terlaksananya program, tetapi diarahkan pada penguatan kapasitas mahasiswa dan masyarakat melalui inovasi, kolaborasi, serta keberlanjutan program.
Lolosnya BKMF Sinapsis FIKK UNM menuju Abdidaya Ormawa 2026 menjadi langkah lanjutan untuk membawa praktik baik dan inovasi yang telah dikembangkan di Desa Beroanging ke tingkat nasional.
Dengan capaian tersebut, BKMF Sinapsis FIKK UNM akan melanjutkan persiapan menuju Abdidaya Ormawa Nasional 2026 dengan membawa hasil inovasi, pengalaman pemberdayaan masyarakat, serta berbagai capaian yang telah diperoleh selama pelaksanaan PPK Ormawa di Desa Beroanging.
Langkah ini menjadi momentum bagi BKMF Sinapsis FIKK UNM untuk kembali menunjukkan kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan pemberdayaan masyarakat yang inovatif, kolaboratif, dan berkelanjutan di tingkat nasional.
Haeril