FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Dekan FDK Serahkan Sertifikat Kepada Septiara Mahasiswa Jurusan Kessos yang Raih Predikat Lulusan Terbaik Tingkat UINAM


GOWA, Foxnesia.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Program Studi Kesejahteraan Sosial, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Alauddin Makassar. 

Septiara Barokah Faisal (NIM 50900122045) dinobatkan sebagai Lulusan Terbaik Tingkat Universitas pada prosesi pengumuman lulusan angkatan 120 yang dilaksanakan di Auditorium UIN Alauddin Makassar, Rabu (5/8/26).

Septiara berhasil menyelesaikan studi dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 dalam masa studi 3 tahun 9 bulan, sebuah capaian akademik yang mencerminkan dedikasi, kedisiplinan, dan ketekunan selama menempuh pendidikan di Program Studi Kesejahteraan Sosial.

Mahasiswi asal Makassar ini berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai wiraswasta, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga yang telah berjuang melawan penyakit stroke selama 13 tahun. Kondisi keluarga tersebut menjadi sumber kekuatan dan motivasi yang membentuk ketangguhan mentalnya dalam menyelesaikan pendidikan.

“Berkat mereka lah menjadi fondasi mental yang kuat selama saya menempuh pendidikan,” ungkap Septiara, Sabtu (8/8/26).

Dengan penuh haru, Septiara menyampaikan rasa terima kasih kepada kedua orang tuanya.

“Untuk Ibu dan Ayahku tercinta. Gelar dan prestasi ini hanyalah buah dari keringat, air mata, dan doa yang tak pernah putus kalian curahkan untukku. Kalian adalah alasan terbesar aku tak pernah berhenti berjuang. Maafkan anakmu yang baru bisa membanggakan kalian dengan cara ini.”

Perjalanan akademik Septiara tidak selalu berjalan mudah. Menjelang ujian akhir, kondisi ekonomi keluarganya mengalami guncangan yang cukup berat. Demi membantu memenuhi biaya ujian, ia mengambil keputusan untuk bekerja selama dua bulan. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari perjuangannya dalam mempertahankan cita-cita.

Selain berprestasi secara akademik, Septiara juga aktif dalam organisasi kelas. Ia dipercaya sebagai ketua kelas, sebuah amanah yang menuntut kemampuan membagi waktu antara belajar, koordinasi akademik, serta membantu mengatur berbagai kebutuhan perkuliahan teman-temannya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh rekan seperjuangannya.

“Tidak ada prestasi ini tanpa dukungan kalian. Terima kasih sudah sabar dengan saya, sudah berjuang bersama-sama melewati tugas menumpuk, ujian sulit, hingga canda tawa di ruang kelas. Selamat berjuang kawan-kawan, mari kita buat cerita indah di langkah selanjutnya.”

Apresiasi Dekan FDK UIN Alauddin Makassar

Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas capaian tersebut. Menurutnya, prestasi Septiara merupakan bukti bahwa ketekunan, integritas, dan semangat pantang menyerah mampu melahirkan lulusan yang unggul baik secara akademik maupun karakter.

“Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Septiara menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi dan tantangan keluarga bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi. Kami berharap keberhasilannya menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa UIN Alauddin Makassar untuk terus berjuang dengan penuh integritas, kerja keras, dan nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Ketua Program Studi Kesejahteraan Sosial, Septiara Barokah Faisal, menyampaikan bahwa keberhasilan Septiara mencerminkan profil lulusan yang diharapkan oleh Program Studi Kesejahteraan Sosial.

“Septiara adalah contoh mahasiswa yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kepemimpinan, kepedulian sosial, dan daya juang yang luar biasa. Ia mampu menjaga keseimbangan antara prestasi, tanggung jawab, dan pengabdian kepada lingkungan sekitarnya. Predikat lulusan terbaik tingkat universitas ini adalah capaian yang sangat membanggakan bagi program studi kami,” ungkapnya.

Sekretaris Program Studi Kesejahteraan Sosial, Septiara Barokah Faisal, turut menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang diraih mahasiswi tersebut.

“Selama proses perkuliahan, Septiara dikenal sebagai mahasiswa yang disiplin, rendah hati, dan memiliki komitmen yang kuat terhadap pendidikan. Ketika menghadapi kesulitan ekonomi, ia tetap memilih untuk bertahan dan menyelesaikan studinya dengan hasil yang luar biasa. Kisah perjuangannya menunjukkan bahwa pendidikan memiliki kekuatan untuk mengubah kehidupan,” tuturnya.

Menutup pernyataannya, Septiara menyampaikan pesan yang sarat makna bagi seluruh mahasiswa dan generasi muda.

“Perjalanan ini mengajarkan saya satu hal: seberat apa pun beban yang dipikul, seberapa sempit pun jalan yang dilalui, selama kita tidak berhenti melangkah dan selalu berpegang pada doa serta dukungan orang-orang tercinta, maka mimpi pasti akan menyapa di ujung sana. Semoga kisah kecil ini bisa menjadi nyala semangat bagi siapa saja yang sedang berjuang, bahwa kesulitan hanyalah jalan menuju kemenangan yang lebih indah.”

Par