FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

GARIK Gelar Unjuk Rasa di Fly Over Makassar, Soroti Dugaan BPOM Tempel


MAKASSAR, Foxnesia.com - Gerakan Aktivis dan Rakyat Intelektual (GARIK) menggelar aksi unjuk rasa di Fly Oper Makassar, Kamis (27/8/26). 

Dalam aksinya, GARIK mendesak Polda Sulawesi Selatan menyelidiki dugaan peredaran kosmetik maklon yang diduga menggunakan nomor izin edar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara tidak sesuai. 

Ketua Umum GARUK, Zulkifli meminta pihak kepolisian segera melakukan penelusuran lebih mendalam terkait dugaan yang dia dapatkan. 

“Kami mendesak Kapolda Sulsel untuk mengusut tuntas para owner maklon kosmetik yang diduga ilegal di Sulawesi Selatan, termasuk yang diduga terkait dengan Hj. (F) Apalagi saat ini banyak beredar produk dengan indikasi BPOM tempel. Jangan tebang pilih. Hukum harus ditegakkan seadil-adilnya,” tegas Zulkifli.

Selain persoalan nomor izin edar, GARIK menyoroti dugaan adanya perbedaan antara isi kosmetik yang beredar dengan komposisi atau spesifikasi produk yang disebut dalam hasil pengujian laboratorium BPOM.

Zulkifli meminta dugaan tersebut tidak hanya menjadi polemik di ruang publik, tetapi segera diuji melalui pemeriksaan dan pengujian sampel secara resmi.

Menurutnya, pengujian diperlukan untuk memastikan apakah kandungan produk yang beredar sesuai dengan data produk yang didaftarkan dan diuji sebelumnya.

“Kalau memang ada perbedaan antara isi produk dengan komposisi yang terdaftar atau hasil pengujian, tentu harus ada penjelasan dan pemeriksaan lebih lanjut. Jangan sampai konsumen menjadi pihak yang dirugikan,” ujarnya.

Zulkifli menegaskan GARIK akan terus mengawal dugaan tersebut dan meminta aparat memberikan kepastian hukum berdasarkan hasil penyelidikan.

“Apabila dalam waktu dekat aparat penegak hukum tidak mengindahkan tuntutan kami, maka GARIK akan menggelar aksi unjuk rasa jilid dua dengan jumlah massa yang lebih besar. Kami tidak akan berhenti sampai ada kepastian hukum. Rakyat berhak mendapatkan produk yang aman dan tidak dibohongi dengan nomor BPOM palsu,” tegasnya.

Hingga berita diterbitkan, masih sementara menghubungi pihak terkait untuk mengklarifikasi kebenarannya. 

Par