DPRD Sinjai Temui DPRD Morowali Bahas Penanganan Kasus Meninggalnya Wawan
Agustus 07, 2026
MOROWALI, Foxnesia.com – DPRD Kabupaten Morowali menerima kunjungan konsultasi dari DPRD Kabupaten Sinjai terkait perkembangan penanganan kasus meninggalnya Wawan yang diduga berkaitan dengan tindakan main hakim sendiri, Kamis (06/08/26).
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Wakil Ketua DPRD Morowali tersebut menjadi forum koordinasi untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung penegakan hukum yang profesional, transparan, objektif, dan berkeadilan.
Konsultasi ini dilaksanakan sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD, sekaligus untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan penanganan perkara berdasarkan keterangan resmi dari aparat penegak hukum.
Dalam forum tersebut, seluruh pihak sepakat bahwa setiap proses hukum harus dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta mengedepankan prinsip due process of law tanpa adanya intervensi dari pihak mana pun.
Sejumlah isu strategis menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tersebut. Di antaranya perkembangan proses penanganan perkara sejak peristiwa terjadi hingga tahapan penyidikan, penuntutan, maupun persidangan sesuai informasi resmi yang telah dipublikasikan oleh aparat penegak hukum.
Selain itu, pembahasan juga menitikberatkan pada bentuk pengawasan DPRD terhadap kinerja pemerintah daerah dalam mendukung penanganan perkara, termasuk koordinasi yang dibangun bersama Kepolisian dan Kejaksaan agar proses hukum berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku.
Aspek keamanan dan ketertiban masyarakat turut menjadi perhatian. Pemerintah daerah didorong untuk terus menjaga situasi tetap kondusif melalui komunikasi yang baik dengan masyarakat, menjaga stabilitas sosial, serta mencegah munculnya potensi konflik lanjutan akibat peristiwa tersebut.
Forum konsultasi juga menyoroti pentingnya edukasi hukum kepada masyarakat sebagai langkah preventif. Seluruh pihak menegaskan bahwa setiap persoalan hukum harus diselesaikan melalui mekanisme yang diatur oleh negara dan bukan melalui tindakan main hakim sendiri.
Peningkatan kesadaran hukum masyarakat dinilai menjadi salah satu upaya penting dalam mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang.
Dalam pembahasan tersebut turut diidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi selama proses penanganan perkara, sekaligus membahas langkah-langkah penyelesaian yang dapat ditempuh melalui koordinasi antarinstansi.
Di samping itu, dibahas pula strategi pencegahan melalui penguatan keamanan, sosialisasi hukum secara berkelanjutan, serta deteksi dini terhadap potensi konflik di tengah masyarakat.
"Kami berharap proses hukum atas kasus meninggalnya Wawan dapat diselesaikan secara tuntas, profesional, objektif, transparan, dan berkeadilan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," kata ketua Fraksi Partai Demokrat, Ambo Tuwo.
Senada dengan apa yang menjadi harapan Anggota DPRD Sinjai dari Fraksi PKB Saldi.
"Hasil pertemuan diharapkan menjadi masukan dalam memperkuat fungsi pengawasan DPRD, meningkatkan sinergi antara pemerintah daerah dan aparat penegak hukum, serta memperkuat perlindungan hak asasi manusia dan kepastian hukum bagi seluruh masyarakat," ujarnya.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Morowali Ihwan Mohammad Thaiyeb, Kasatreskrim Polres Morowali AKP Wawan Kurnadi, Kanit Pidum Satreskrim Polres Morowali Ipda Herman, Anggota DPRD Kabupaten Sinjai Ambo Tuwo dari Fraksi Partai Demokrat, Saldi dari Fraksi PKB, Dewan Penasehat HIMAS Zainuddin, serta Ketua Umum HIMAS DPC Morowali Abdul Rahman Masruhim.
Pertemuan berlangsung dalam suasana dialog yang terbuka, konstruktif, dan penuh semangat kolaborasi. Seluruh peserta berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi lintas lembaga dalam mendukung penegakan hukum yang berintegritas, menjunjung tinggi keadilan, memberikan kepastian hukum kepada masyarakat, serta mendorong terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Kabupaten Morowali maupun daerah lainnya.
Haeril