Balitbangda Sinjai Dorong Pengelolaan Bersama Perikanan Gurita di Pulau Sembilan
Agustus 19, 2026
SINJAI, Foxnesia.com — Mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Kepala Balitbangda Sinjai, Alamsyah Bahar, membuka Pertemuan Multipihak untuk Mendorong Forum Pengelolaan Bersama di Aula Hotel Grand Rofina Sinjai, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia bertajuk “Pengelolaan Perikanan Gurita Berbasis Masyarakat dan Data untuk Mengurangi Tekanan terhadap Terumbu Karang di Calon Kawasan Konservasi Pulau Sembilan.”
Program tersebut didukung melalui kerja sama bilateral Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat, bersama Konservasi Indonesia (KI) dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN).
Program ini bertujuan memperkuat tata kelola lokal untuk menjaga ekosistem terumbu karang Pulau Sembilan seluas sekitar 3.700 hektare sekaligus mendukung keberlanjutan penghidupan masyarakat pesisir.
Salah satu pendekatan yang diterapkan yakni sistem buka-tutup perikanan gurita berbasis data untuk menjaga keberlanjutan sumber daya dan fungsi ekologis kawasan.
Alamsyah Bahar menyampaikan apresiasi pemerintah daerah terhadap dukungan YKL Indonesia dan para mitra, khususnya di tengah keterbatasan anggaran daerah dan tingginya kebutuhan pembangunan.
“Pemerintah daerah sangat mengapresiasi kegiatan seperti ini. Di tengah keterbatasan anggaran dan banyaknya kebutuhan masyarakat, dukungan dari berbagai pihak sangat penting,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah harus hadir mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengelola sumber daya pesisir secara bijak, sehingga kelestarian lingkungan tetap terjaga dan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi.
Alamsyah berharap forum multipihak tersebut menghasilkan kolaborasi dan langkah konkret dalam pengelolaan perikanan gurita yang berkelanjutan di Pulau Sembilan.
“Harapan kita, forum ini menghasilkan pengelolaan yang berbasis data, melibatkan masyarakat, dan mampu menjaga sumber daya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” pungkasnya.
Haeril