Klarifikasi Resmi: Isu Penyegelan Dua Ruang Belajar SD Tahfidzul Qur'an Darul Istiqamah Dipastikan Tidak Benar
Juli 14, 2026
SINJAI, Foxnesia.com – Pihak pengelola sekaligus penerima hibah Rumah Qur'an yang berlokasi di Dusun Babana, Desa Tongke-Tongke, Kecamatan Sinjai Timur, Kabupaten Sinjai, secara resmi membantah keras informasi yang beredar di media sosial maupun di tengah masyarakat terkait dugaan penyegelan dua ruang belajar SD Tahfidzul Qur'an (SD TQ) Darul Istiqamah.
Suardi, selaku pihak pengelola sekaligus penerima hibah Rumah Qur'an, menegaskan bahwa kabar mengenai adanya penyegelan ruang belajar merupakan informasi yang tidak benar atau hoaks dan tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya di lapangan.
Menurutnya, fakta yang terjadi justru berbeda dari narasi yang berkembang. Ia menyebut bahwa pihak SD TQ diduga melakukan perusakan terhadap fasilitas belajar yang berada di Rumah Qur'an, kemudian menuduhkan kepada pihak pengelola sekaligus pemilik Rumah Qur'an seolah-olah telah melakukan penyegelan terhadap ruang belajar tersebut.
"Kami menegaskan bahwa tidak pernah melakukan penyegelan terhadap dua ruang belajar sebagaimana yang diberitakan. Informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan," ujar Suardi dalam pernyataan resminya. Selasa (14/7/2026).
Lebih lanjut, pihak pengelola menyayangkan adanya penyebaran informasi yang dinilai sepihak tanpa adanya upaya konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak yang bersangkutan. Menurutnya, penyebaran informasi yang belum terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan merugikan berbagai pihak.
Dalam pernyataan resminya, Suardi juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi, khususnya yang beredar melalui media sosial.
"Kami menyayangkan adanya penyebaran informasi sepihak tanpa adanya konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak pengelola. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat luas untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," tegasnya.
Pihak pengelola berharap masyarakat dapat menunggu informasi yang telah terverifikasi dan tidak langsung mempercayai berbagai isu yang belum memiliki dasar fakta yang jelas. Mereka juga menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur yang baik sesuai ketentuan yang berlaku serta menjaga kondusivitas di lingkungan pendidikan dan masyarakat.
Wiwi