Yayasan Perguruan Islam Taqwa Ujung Jadi Pusat Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning
Juni 15, 2026
JENEPONTO, Foxnesia.com - Enam Madrasah di Kecamatan Tarowang berkolaborasi menyelenggarakan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dan Deep Learning yang dipusatkan di Aula Yayasan Perguruan Islam Taqwa Ujung (YAPITU), Sabtu (13/6/26).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pembelajaran yang bermakna dan berkarakter di lingkungan madrasah.
Workshop tersebut merupakan hasil kolaborasi antara MI Taqwa Ujung, MTs Taqwa Ujung, MA Taqwa Ujung, MTs DDI Parangsialla, MI Al-Bashir Tanggakang, dan MTs Al-Bashir Tanggakang, dengan melibatkan sekitar 60 guru sebagai peserta.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jeneponto, Hj. Salmah, yang hadir bersama Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Hj. Rahmawati.
Dalam Segalanya, Hj. Salmah menyampaikan apresiasi atas sinergi enam madrasah yang mampu membangun kolaborasi dalam peningkatan kompetensi guru melalui Workshop KBC dan Deep Learning.
“Kolaborasi ini merupakan langkah yang sangat baik dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan madrasah. Saya berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai Kurikulum Berbasis Cinta dalam proses pembelajaran sehingga memberikan dampak nyata bagi peserta didik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas guru tidak boleh berhenti pada tataran teori, tetapi harus diwujudkan dalam praktik pembelajaran sehari-hari di madrasah.
“Nilai-nilai cinta yang dipelajari dalam workshop ini harus hadir dalam setiap proses pendidikan dan pembelajaran. Dengan demikian, madrasah dapat melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta sesama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Jeneponto, Hj. Rahmawati, mengajak seluruh peserta untuk menginternalisasikan nilai-nilai Panca Cinta yang menjadi ruh Kurikulum Berbasis Cinta, yaitu cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, cinta kepada ilmu pengetahuan, cinta kepada alam dan lingkungan, cinta kepada diri sendiri dan sesama, serta cinta kepada tanah air.
“Hadirkan nilai-nilai Panca Cinta dalam setiap pendidik dan diwujudkan melalui keteladanan kepada peserta didik. Guru bukan sekedar mengajar, tetapi juga pembimbing yang menanamkan karakter dan nilai kehidupan,” tegasnya.
Ketua Yayasan Perguruan Islam Taqwa Ujung, Prof. Nursyamsiah Yunus Tekkeng, menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta mengucapkan terima kasih kepada jajaran Kementerian Agama Kabupaten Jeneponto yang terus memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas madrasah.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Pengawas Madrasah Kasmawati yang menggagas sekaligus menjadi penggerak terlaksananya lokakarya tersebut, serta kepada seluruh kepala madrasah yang bersedia membangun kerja sama lintas lembaga.
“Semoga kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada kegiatan workshop, namun terus berlanjut dalam berbagai program peningkatan kualitas pendidikan madrasah di masa mendatang,” harapnya.
Dalam kegiatan ini, Kasmawati bersama Hj. Hamriani bertindak sebagai fasilitator yang membimbing peserta dalam memahami implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan konsep Deep Learning dalam pembelajaran.
Melalui workshop ini, diharapkan para guru mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih mendalam, bermakna, dan berpusat pada peserta didik, sekaligus memperkuat budaya cinta sebagai fondasi pendidikan di madrasah. Dengan kolaborasi yang terus terjalin, diharapkan madrasah di Kabupaten Jeneponto semakin maju, berkualitas, dan berdampak bagi masyarakat
Ril/Kem