FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Bupati Asri Arman Buka Advokasi Gizi Spesifik, Tekankan Kolaborasi Percepat Penurunan Stunting di SBB


MALUKU, Foxnesia.com - Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Asri Arman, membuka kegiatan Advokasi Hasil Analisis Situasi dalam rangka Pendampingan Intervensi Gizi Spesifik oleh Poltekkes Iney Fase II Tahun 2026 di ruang rapat lantai dua Kantor Bupati SBB, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan advokasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan program percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat. 

Melalui kegiatan tersebut, berbagai pihak diajak untuk memahami kondisi riil yang terjadi di lapangan sekaligus menyusun langkah-langkah strategis dalam mendukung intervensi gizi spesifik yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati SBB Selfinus Kainama, Sekretaris Daerah Kabupaten SBB, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten SBB, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, kepala puskesmas, serta kepala-kepala desa dari berbagai wilayah di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Dalam sambutannya, Bupati Asri Arman menegaskan bahwa persoalan gizi masih menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan. 

Menurutnya, penanganan masalah gizi tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi dan komitmen bersama dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, hingga masyarakat.

"Masalah gizi, termasuk stunting, harus ditangani secara bersama-sama melalui langkah yang terintegrasi dan berkelanjutan. Karena itu, hasil analisis situasi yang dipaparkan dalam kegiatan ini harus menjadi dasar bagi kita semua dalam menyusun kebijakan dan program yang tepat sasaran," ujarnya.

Asri mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, bayi, dan balita sebagai kelompok yang menjadi sasaran utama intervensi gizi spesifik. 

Ia berharap seluruh perangkat daerah dapat memperkuat koordinasi lintas sektor agar program-program yang telah direncanakan dapat berjalan secara optimal.

Menurutnya, keberhasilan program penanganan stunting dan perbaikan gizi sangat ditentukan oleh keterlibatan aktif pemerintah desa. 

Oleh karena itu, para kepala desa diminta untuk memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia, termasuk dana desa, guna mendukung pelaksanaan program kesehatan dan gizi di tingkat masyarakat.

Sementara itu, kegiatan advokasi yang difasilitasi oleh Poltekkes Iney Fase II Tahun 2026 tersebut juga memaparkan berbagai hasil analisis situasi terkait kondisi gizi masyarakat, faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya masalah gizi, serta rekomendasi langkah intervensi yang perlu dilakukan secara bersama.

Melalui pemaparan tersebut, para peserta memperoleh gambaran mengenai tantangan dan peluang yang dapat dimanfaatkan dalam memperkuat program intervensi gizi spesifik di Kabupaten Seram Bagian Barat. 

Hasil analisis situasi tersebut diharapkan menjadi acuan dalam perencanaan program dan pengambilan kebijakan di tingkat daerah maupun desa.

Wakil Bupati SBB Selfinus Kainama yang turut hadir dalam kegiatan itu juga menekankan pentingnya komitmen seluruh pihak dalam mendukung program kesehatan masyarakat. 

Ia mengajak seluruh OPD, camat, kepala desa, dan tenaga kesehatan untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi guna mencapai target penurunan stunting serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Kegiatan advokasi berlangsung dengan sesi pemaparan materi, diskusi, dan penyampaian berbagai masukan dari peserta. Berbagai isu strategis terkait pelaksanaan program gizi di lapangan turut dibahas sebagai bahan evaluasi dan penyusunan langkah tindak lanjut ke depan.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat berharap pelaksanaan intervensi gizi spesifik pada Fase II Tahun 2026 dapat berjalan lebih efektif, terukur, dan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan status gizi masyarakat. 

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, target percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat diharapkan dapat tercapai secara optimal.

Laporan : Alwi
Editor : Haeril
Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan