Momentum Hari Kebangkitan Nasional, PB KKMB Kembali Gelar Aksi Jilid IV di Mapolda Sulsel
Mei 20, 2026
MAKASSAR, Foxnesia.com - Dalam momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Pengurus Besar Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba (PB KKMB) kembali menggelar aksi demonstrasi jilid IV di depan Markas Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan kawasan Fly Over Makassar, Rabu (20/5/2026).
Aksi tersebut digelar sebagai bentuk kritik keras terhadap lemahnya penegakan hukum di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya di Kabupaten Bulukumba.
Massa aksi menyuarakan berbagai persoalan hukum yang dinilai hingga kini belum menunjukkan kejelasan penyelesaian.
Dalam orasinya, massa aksi menyoroti dugaan lambannya penanganan kasus tambang ilegal di Desa Balong, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba
PB KKMB menilai kinerja Subdit IV Tipidter Polda Sulsel patut dipertanyakan lantaran hingga saat ini belum menetapkan Haji Emmang sebagai tersangka, meski sebelumnya telah menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.
Jenderal Lapangan aksi, Ridwan, menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum dan memunculkan asumsi liar di tengah masyarakat terkait lemahnya keberanian aparat dalam menindak pelaku tambang ilegal.
“Kasus tambang ilegal di Bulukumba sudah terlalu lama bergulir tanpa kepastian hukum. Ini menjadi tamparan bagi institusi penegak hukum, khususnya Subdit Tipidter Polda Sulsel, karena dianggap tidak bernyali menetapkan Haji Emmang sebagai tersangka meski proses pemeriksaan telah dilakukan,” tegas Ridwan dalam orasinya.
Tak hanya itu, PB KKMB juga menyoroti lemahnya penanganan berbagai polemik hukum di wilayah hukum Polres Bulukumba.
Mahasiswa menilai masih banyak persoalan di Kabupaten Bulukumba yang tidak mampu dituntaskan secara maksimal sehingga menimbulkan krisis kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.
Atas dasar tersebut, PB KKMB mendesak Polda Sulawesi Selatan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran kepolisian di Bulukumba, termasuk mencopot Kapolres Bulukumba, Kasat Reskrim, dan Kasat Narkoba Polres Bulukumba yang dianggap gagal menjalankan tugas serta fungsi penegakan hukum secara profesional.
Dalam aksi jilid IV tersebut, massa juga membawa sejumlah spanduk dan poster tuntutan yang berisi desakan penegakan hukum tanpa tebang pilih, penindakan mafia tambang ilegal, serta evaluasi terhadap aparat penegak hukum yang dinilai tidak serius menangani persoalan di daerah.
Setelah beberapa waktu menggelar aksi demonstrasi, massa aksi akhirnya ditemui oleh pihak Subdit IV Tipidter Polda Sulsel.
Dalam pertemuan tersebut, pihak kepolisian menyampaikan komitmennya untuk segera menuntaskan kasus tersebut dan akan menjadwalkan kunjungan ke lokasi tambang dalam waktu dekat.
PB KKMB menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap jalannya penegakan hukum dan akan terus dilakukan hingga aparat kepolisian menunjukkan keseriusan dalam menuntaskan berbagai kasus yang menjadi perhatian publik.
Selain menggelar aksi di depan Polda Sulsel, massa PB KKMB juga melakukan demonstrasi di kawasan Fly Over Makassar.
Mereka menilai momentum Hari Kebangkitan Nasional merupakan ruang untuk menyampaikan aspirasi serta berbagai polemik yang terjadi di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Di penghujung aksi demonstrasi, Ketua Umum KKMB Unismuh, Andi Ibnu, menyampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional seharusnya menjadi momentum untuk membangkitkan kembali keberanian aparat dalam menegakkan hukum secara adil dan transparan.
“Momentum Hari Kebangkitan Nasional seharusnya menjadi refleksi untuk membangkitkan kembali keberanian aparat dalam menegakkan hukum secara adil dan transparan. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah tetapi tumpul ke atas,” ujarnya.
Adapun sejumlah tuntutan yang disampaikan PB KKMB dalam aksi tersebut, diantaranya :
1. Mendesak Presiden RI segera copot kepala BGN karena di anggap dalam kebijakannya banyak mengandung kontroversi
2. Mendesak Presiden RI, evaluasi program MBG
3. Mendesak Presiden RI copot Kapolri karena di anggap banyaknya polemik yang terjadi di tubuh kepolisian atau bahkan melibatkan oknum kepolisian
4. Mendesak Presiden RI, copot panglima TNI, atas insiden yang menimpa sodara aktivis kontras, dan gagal dalam melakukan perlindungan.
5. Desak Kapolda Sulsel copot Kapolres Bulukumba, kasat Reskrim dan kasat narkoba polres Bulukumba karena di anggap gagal dalam menjalankan tugasnya
6. Mendesak Polda Sulsel segera menangkap terduga mafia BBM ilegal, termasuk PT Katana yang diduga terlibat
7. Desak penetapan tersangka Haji Emmang, terduga pemilik tambang ilegal di Kabupaten Bulukumba
Haeril