Standar Moral yang Tidak Seimbang, Siapa Sebenarnya Diuntungkan dalam Masyarakat?
April 20, 2026
OPINI, Foxnesia.com - Dalam kehidupan sosial, standar moral sering dianggap sebagai pedoman bersama untuk menentukan benar dan salah.
Namun, pada kenyataannya, penerapan standar tersebut tidak selalu berjalan secara adil.
Perempuan kerap menjadi pihak yang lebih cepat dihakimi, baik dari cara berpakaian, bersikap, hingga pilihan hidupnya.
Sementara itu, laki-laki dalam banyak situasi justru mendapatkan toleransi yang lebih besar terhadap hal yang sama.
Perbedaan ini menunjukkan bahwa moral tidak selalu berdiri di atas prinsip keadilan, melainkan sering kali dipengaruhi oleh cara pandang yang tidak seimbang.
Jika diperhatikan lebih dalam, ketimpangan ini bukan hanya soal individu, tetapi juga tentang kebiasaan sosial yang terus diulang.
Menurut saya, perbedaan cara masyarakat menilai laki-laki dan perempuan menunjukkan adanya bias yang masih dianggap wajar.
Masyarakat seakan memiliki standar berbeda dalam menilai, tanpa benar-benar menyadari bahwa perbedaan itu ada.
Perempuan hidup dalam tekanan untuk selalu “sesuai”, sementara laki-laki lebih jarang ditempatkan dalam posisi yang sama.
Dalam kondisi seperti ini, batas antara benar dan salah menjadi tidak lagi jelas, karena penilaian sering bergantung pada siapa yang dinilai, bukan pada apa yang dilakukan.
Keadaan ini terus berlangsung dan perlahan dianggap sebagai sesuatu yang wajar.
Jarang ada pertanyaan mengapa standar tersebut bisa berbeda, atau siapa yang sebenarnya diuntungkan dari pola seperti ini.
Dan selama pertanyaan itu tidak benar-benar dijawab, standar moral mungkin akan tetap berjalan seperti sekarang… tanpa pernah benar-benar menjadi milik semua orang.
Penulis: Nurcahada
(Mahasiswa UIAD Sinjai)
*Tulisan tanggung jawab penuh penulis*