Menghidupkan Sipakatau Dalam Politik : Peran Pemuda Sebagai Pemilih Cerdas
April 16, 2026
MAKASSAR, Foxnesia.com – Nilai-nilai kearifan lokal kembali digaungkan dalam dunia politik melalui seminar bertema “Pemilih Cerdas Berbasis Nilai-Nilai Lokal Sulsel bagi Pemuda Muhammadiyah” yang digelar dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Mini Hall Lantai 5 Unismuh Makassar, Rabu (15/04/26).
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Unismuh Makassar, Syukri, Wakil Dekan III FISIP Unismuh Makassar, Dr. Nurwahid serta dimoderatori oleh Ilham Riyadi.
Seminar juga diikuti oleh para mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP Unismuh Makassar yang antusias mengikuti jalannya diskusi.
Diskusi utama menghadirkan Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Makassar, Muhammad Fauzan yang menyoroti fenomena penyebaran informasi di era digital yang kian masif dan tidak selalu diiringi dengan literasi yang memadai.
Dalam pemaparannya, Fauzan mengajak peserta untuk lebih bijak dalam menyaring informasi, khususnya yang berkaitan dengan isu-isu politik.
Ia menekankan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal Bugis-Makassar dalam praktik demokrasi. Menurutnya, nilai seperti sipakatau (saling memanusiakan), sipakainge’ (saling mengingatkan), dan sipakalebbi (saling menghargai) dapat menjadi fondasi dalam membangun komunikasi politik yang sehat dan beretika.
“Selain itu, konsep siri’ na pacce juga penting sebagai pengingat untuk menjaga harga diri, empati, serta solidaritas sosial dalam menghadapi perbedaan, termasuk dalam pilihan politik,” ujar Fauzan.
Melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif, peserta diajak memahami pentingnya literasi informasi di tengah derasnya arus digital, sekaligus menginternalisasi nilai-nilai budaya lokal sebagai landasan dalam berpartisipasi dalam demokrasi.
Seminar ini diharapkan mampu membentuk pemuda, khususnya Pemuda Muhammadiyah, menjadi pemilih yang cerdas, rasional, dan beretika.
Tidak hanya sekadar menggunakan hak pilih, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kualitas demokrasi yang berakar pada nilai-nilai kearifan lokal Sulawesi Selatan.
Dengan demikian, politik tidak lagi dipandang sebagai ruang konflik semata, melainkan sebagai ruang untuk menumbuhkan nilai kemanusiaan, penghormatan, dan solidaritas sosial melalui semangat sipakatau dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Haeril