Gerakan Advokasi Rakyat Demokrasi Nusantara Gelar Unras di Polda Sulsel : Desak Penegakan Hukum yang Transparan
April 17, 2026
MAKASSAR, Foxnesia.com— Sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Advokasi Rakyat Demokrasi Nusantara menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Sulsel, Jumat (17/4/26).
Beberapa isu utama yang disoroti dalam aksi ini antara lain dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Kesehatan Kota Parepare tahun 2017–2018, penanganan kasus narkotika yang dinilai tidak transparan, maraknya praktik penimbunan dan distribusi ilegal bbm, serta peredaran produk berbahaya seperti skincare mengandung merkuri.
Dalam orasinya, Yasin selalu jendral lapangan menegaskan bahwa kondisi ini mencerminkan kemunduran dalam sistem penegakan hukum yang seharusnya menjunjung tinggi prinsip keadilan, transparansi, dan akuntabilitas. Dugaan kasus korupsi yang mandek dalam proses hukumnya seharusnya menjadi perhatian Polda Sulsel.
“Banyaknya kasus yang mandek tanpa kejelasan menunjukkan adanya persoalan serius dalam komitmen penegakan hukum. Jangan sampai ini merusak kepercayaan publik,” tegasnya.
Selain itu, skandal besar skincare bermerkuri di Makassar dan berbagai kasus lainnya juga dianggap belum menemui titik terang. Para aktivis menegaskan bahwa mereka hanya ingin memastikan keadilan ditegakkan tanpa diskriminasi dan setiap kasus yang melibatkan kepentingan publik diselesaikan secara terbuka.
Adapun tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut meliputi:
1. Mendesak aparat penegak hukum untuk segera menuntaskan seluruh kasus yang mandek, termasuk kasus tambang ilegal, distribusi BBM, dan jaringan narkotika.
2. Menuntut transparansi dan akuntabilitas dalam setiap proses penegakan hukum.
3.Mendesak penetapan tersangka terhadap pihak-pihak yang terlibat.
4.Mengecam segala bentuk intimidasi terhadap kebebasan pers.
5.Meminta komitmen nyata aparat dalam pemberantasan tindak pidana secara adil dan terbuka.
Red