FOXLINE NEWS
Mode Gelap
Artikel teks besar

Evaluasi BUMDes Desa Nao: Pendapatan Meningkat Berkat Program Pangan


Manggarai, Foxnesia.com - Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kebe Gego Desa Nao melaksanakan evaluasi pertanggungjawaban tahunan pada tahun 2026. 

Kegiatan ini berlangsung lancar dan menjadi momentum untuk menilai kinerja serta hasil usaha yang telah dijalankan.

Ketua BUMDes Desa Nao, Yohanes Garum, mengatakan bahwa proses evaluasi tahun ini berjalan baik, terutama karena adanya kepengurusan baru yang lebih aktif dalam mengelola program desa.

“Evaluasi tahun ini berjalan lancar. Pengurus baru mampu menjalankan program dengan baik, terutama di bidang ketahanan pangan dan usaha budidaya,” ujarnya Kamis (16/04/2026).

Kepala Desa Nao, Petrus Patmos, dalam keterangannya menyampaikan bahwa perkembangan desa di sektor ketahanan pangan menunjukkan kemajuan. Namun, pihaknya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan bibit jagung dari Dinas Pertanian.

“Untuk sementara, program penanaman jagung belum berjalan maksimal karena kekurangan bibit, sementara musim tanam pertama (MT1) akan segera dimulai,” jelasnya.

Sebagai solusi, pemerintah desa mengalihkan anggaran ketahanan pangan ke program penanaman halia (jahe). Dana yang dialokasikan untuk program tersebut sebesar Rp58 juta setelah dipotong pajak.

Menurutnya, program jagung dan halia merupakan program prioritas dari pemerintah provinsi yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.

Terkait adanya warga yang belum menerima bantuan bibit jagung, pemerintah desa mengimbau masyarakat untuk bersabar karena keterbatasan stok. 

Pemerintah desa juga terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai agar kebutuhan bibit dapat terpenuhi, khususnya pada musim tanam kedua (MT2).

“Kami berharap pada MT2 nanti program jagung dapat kembali berjalan dan menjawab kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Dari hasil evaluasi usaha, BUMDes mencatat pendapatan dari penjualan ikan lele sebesar Rp16,7 juta dan dari usaha jagung sebesar Rp20,25 juta. Total pendapatan mencapai sekitar Rp37 juta. Setelah dikurangi biaya operasional, diperoleh laba bersih sekitar Rp32 juta.

Laba tersebut selanjutnya dibagikan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) BUMDes.

Masyarakat Desa Nao menyambut positif program ketahanan pangan yang dijalankan dan berharap dukungan dari pemerintah terus berlanjut guna meningkatkan perekonomian desa.

Nobertus
Tutup Iklan
Hubungi Kami untuk Beriklan